Archive for January 3rd, 2008
January 03, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 03-01-2008
Sebenere aku lg males nulis, tp berhubung buanyyakkk yg tanya keadaan Bojonegoro, khususnya keadaan keluargaku, maka aku akan sedikit memberikan gambaran ttg banjir kmrn, aku susun dari sms2 adikku dan percakapan dg ibuku di telp.
Banjir mulai datang pada 26 Des 07 (sms adikku 26 Des 07, 20:12). Tanggal 27 Des 07 undak2an di teras tempatnya sendal udah kena banjir. Rumah tetanggaku yg letak geografisnya lebih rendah dari rumah ibukku udah kebanjiran selutut. Kondisi rumahku dikepung ama air berlumpur dari bengawan Solo yang jarak dari rumah ke bengawan kurang lebih 400 meteran (gak pernah ngukur sih, kira2 aja). Jalan raya juga udah kerendem, sepi, hampir gak ada kendaraan yg lewat, kereta pun juga gak ada yg melintas. Jadi bapakku gak ada kerjaan, cuman nungguin stasiun aja. Banjir ini disebabkan pintu air bengawan solo yang di Ngawi di buka, jadi meluber ke Bojonegoro, karena di Ngawi sendiri banjir sudah mencapai ketinggian 4 meter (Info by Galendra, yang rumahnya di Ngawi kerendem sampai cuman keliatan gentingnya doang, terpaksa keluarganya mengungsi ke lereng gunung Lawu) Rumah tetanggaku udah kebanjiran, kok rumah ibukku belom? iyha, kampungku itu daerah langganan banjir, dan hampir tiap tahun banjir. Tapi itu duluu, seingatku terakhir kali aku melihat banjir itu thn 1993, waktu itu aku kelas 3 SD, buku sekolahku ilang semua. Waktu itu merupakan banjir terakhir dan terparah (di dalem rumah ibukku, air mencapai dada/leher orang dewasa). Kami sekeluarga ngungsi di pinggiran rel kereta api (tanah di sekitar rel kereta api tergolong agak tinggi, di depan komplek rumah ibukku itu jalan raya Cepu - Bojonegoro, yang sejajar dengan rel kereta api di sebelah selatannya). Nah, pada tahun 1996 Rumah ibukku + saudara2 ditinggikan pondasinya 1-1,5 meter. Jadi waktu kemaren rumah tetanggaku udah kena banjir sepinggang, rumah ibukku baru kena semata kaki. Balik lagi ke banjir 2007, orang2 hiruk pikuk menyelamatkan diri dan menyelamatkan ternak2nya menuju tempat yg lebih tinggi dan mendirikan tenda2 darurat. Gak ada penjual sayur keliling, karena pasar emang tutup semuwa. akibatnya keluargaku KELAPARAN, hanya makan mie instan dan kadang makan nasi tanpa lauk dan sayur, yha hanya nasi itu thok. Sedih gak bisa bantu, hanya bisa bantu doa semoga banjirnya cepet surut, karena jalur transportasi bener2 putus. Puncaknya pada tanggal 28 Des 07, pawon(dapur) rumah kebanjiran. Seluruh anggota keluargaku gak ada yg bisa tidur, jaga2 kl air naik, dan mulai beres2 barang2, kabel, buku pelaran adik2ku. Kompor di taruh di atas amben. Malam harinya banjir dalam rumah sudah mencapai betis, hampir selutut. Keluargaku gak ngungsi, karena rumah masih bisa ditempati, meski sudah penuh air. Aku semakin khawatir aja,tiap nelp ibuk beliau seperti menahan tangis selain itu juga aku selalu update berita di internet, ketinggian air masih naik dan jalur cepu-bojonegoro sudah putus total.Listrik juga mati. Melalui sms adikku, aku tahu kl keluargaku terancam kelaparan. Terus terang aja kl tanggal2 segini merupakan tanggal tuwa, bapakku gajian tanggal 1, jadi stock makanan sudah habis dan memang saatnya habis, hrs belanja lg. Untung masih ada beras. Aku gak tau gimana keadaan sodara2ku yg gak gitu beruntung, orang2 di kampungku itu paling banyak bermatapencaharian sbg PNS, petani, peternak, sopir, pedagang. jadi kl kondisi sedang banjir kayak gini, bisa dipastikan keadaan ekonomi di kampungku lumpuh total. Dan menurut hampir semua orang, banjir kali ini lebih parah dari banjir 14 thn silam. Bantuan gak ada yg datang, ada TIM SAR tapi standby di kecamatan. Sumbangan yang di dapat keluargaku yaitu: Selama banjir kemaren itu keluargaku hanya makan nasi aja atau mie instan. Tanggal 30 Des 07, Banjir udah agak surut, rumah tetangga masih banyak yg tergenang air selutut hingga sepinggang. Bapak, Ibuk, mas bersih2 rumah dari lumpur, mumpung lumpurnya masih basah, ntar kl kering malah susah bersihinnya dan didepan rumah jg masih ada air banjir. Tanggal 31 Des 07, Alhamdulillah banjir sudah surut. Alhamdulillah.. Semalem (2 Jan 08) waktu aku nelp ibuk, Alhamdulillah banjir sudah bener2 surut. tetapi efek banjir baru terasa kaki2 terserang kutu air dan adikku 3 orang, bapak, Masku, Pak Lek dan anak2nya terserang diare dan murus2. ket. gbr. : printscreen dr detiksurabaya __D Building 2nd floor, DM, 03012008 __ Read original post at http://vivink.blogspot.com/2008/01/kabar-bojonegoro.html
January 03, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 03-01-2008
A few days ago my friend ask about static IP & Mac address, want to help his customer about static IP address & mac address for LAN. I said can use ‘dhcp snooping’, I ever read about binding host information like IP and mac address in Cisco Switch dynamicly database using DHCP database or static but I don’t know implement it. Today I try in Cisco Switch Catalyst 3560 IOS version 12.2(35)SE1 ( Read original post at http://awanetwork.blogspot.com/2008/01/ip-source-binding-for-static-ip-mac.html
January 03, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 03-01-2008
A few days ago my friend ask about static IP & Mac address, want to help his customer about static IP address & mac address for LAN. I said can use ‘dhcp snooping’, I ever read about binding host information like IP and mac address in Cisco Switch dynamicly database using DHCP database or static but I don’t know implement it. Today I try in Cisco Switch Catalyst 3560 IOS version 12.2(35)SE1 ( Read original post at http://awanetwork.blogspot.com/2008/01/ip-source-binding-for-static-ip-mac.html
January 03, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 03-01-2008
PERNAH merasakan kedutan di mata? Itu lho, kelopak mata bawah atau kelopak mata atas terasa berdenyut. Tidak sakit sih. Tapi, tetap saja terasa mengganggu. Kadang-kadang, kondisi begini membuat kita merasa risih. Apalagi, ada jenis kedutan yang bisa jelas terlihat. Malu kan? Read original post at irpusnet blog |
|