|
31 January 2008 - 16:41:00
Ternyata punya sahabat wanita itu penting. Pertemuan Selasa malam (29Jan08) itu terasa sangat menyenangkan. Tetap saja, dia yang selalu nraktir (Thanks Say). Dengan ditemani makanan dan minuman di Chowking Mall Ambassador, aku dan Yulia ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon. Senang rasanya. Kita janjiannya mendadak lewat ym, tp kapan lagi bisa bertemu seperti ini pikirku. Sebenernya ngedate ini sudah lama kami rencanakan, tetapi waktunya selalu gak pas. Apakah kami memang bener2 sibuk?? ah i dunno, memang sejak kami menikah kami gak pernah ketemu selain di acara 3 bulanan dengan teman2 sekolah dulu.
Di reuni kecil itu kami bertukar kabar dan cerita, tentang teman2, tentang keluarganya, keluargaku, hobby, kuliah, bahkan sampe ke masa lalu huehehehe. Dia semakin sibuk saja dengan hobby dan bisnis barunya, salut. kl aku??? tentu masih sibuk dengan kuliahku. Memang ngobrol intim dengan sesama wanita kini jadi barang langka bagiku. Selain memang teman2 mayoritas cowok, juga karena temen2 ku yang cewek sudah sibuk dengan urusan masing2 yang kebanyakan sudah berkeluarga. Memang beda yha ngobrol ama cowok dan cewek (jelas). Dengan cewek kita lebih mudah untuk bersimpati dan berempati serta mendapatkan simpati dan empati. Sungguh hubungan yang unik menurutku. Tetapi kenapa tiba2 segala sesuatu yang akan aku ceritakan mendadak buyar?? Pintu hati mendadak tertutup rapat? tiba2 aku menjadi seorang introvert di depan sahabatku itu? tiba2 rasanya gak bisa ngomong? Seperti ada batas, seperti ada dinding sebagai penghalang. Hanya cerita2 biasa yg aku bicarakan, tidak ada yang spesial. Padahal sebelumnya aku menginginkan obrolan yg sedikit intim, curhat2 tentang sesuatu yang gak bisa aku omongin ke orang lain apalagi untuk ditulis di blog. Ada 1 cerita yg udah terlontar tetapi rasanya aku gak sanggup melanjutkan, cukup dia tahu aja. Aku gak ingin merusak suasana yang ceria dan menyenangkan ini. Bertemu dan duduk ngobrol berdua aja sudah cukup membuatku senang. Aku merasa gak sendirian lagi, masih ada tempat untuk berbagi. Thanks say atas waktunya. Setelah sekitar 1,5 jam, suaminya datang menjemput. Kami mengalihkan pembicaraan seputar hobby dan Kintan, putri semata wayangnya yang lucu itu. Dan tak lama kemudian kami harus berpisah, dipintu barat mall Ambassador. Sedih, kapan punya waktu untuk berdua lagi? Di perjalanan pulang, hanya sepi yg aku rasakan…. note :
Read original post at http://vivink.blogspot.com/2008/01/sahabat-wanita.html Post a comment
|
|