Archive for February 5th, 2008

February 05, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 05-02-2008

A

Read original post at orakanggo blog



February 05, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 05-02-2008

A

Read original post at orakanggo blog



February 05, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 05-02-2008

A

Read original post at orakanggo blog



February 05, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 05-02-2008

A

Read original post at devie blog



February 05, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 05-02-2008

Beberapa bulan yang lalu setelah Fauzi Bowo terpilih menjadi gubernur DKI, Jakarta diguncang gempa yang cukup hebat. Di beberapa tempat, masyarakat terlihat panik. Terutama yang tinggal di gedung bertingkat.

Bisa sampeyan bayangkan, berapa banyak hutan beton di kota ini. Kalau beton-beton itu retak terus roboh? Hmmm, ndak usah sampeyan bayangkan lagi apa yang selanjutnya terjadi. Saat itu saya bertanya, akan ada peristiwa apakah ini?

Ahh itu hal biasa mas, fenomena alam saja. Katanya para ahli, jauh di bawah sana saat itu sedang terjadi pergeseran lempengan bumi. Sehingga terjadilah tumbukan yang mengakibatkan horeg. Pertanyaan sampeyan tumben gak ilmiah.

Beberapa bulan kemudian terjadi longsor di Karanganyar. Puluhan orang meninggal tertimbun tanah. Kota yang terkenal akan keindahan Anthuriumnya itupun luluh lantak. Jerit tangis dan air mata kembali mengoyak naluri kemanusiaan.

Tidak jauh dari Karanganyar, Bengawan Solo meluap, mengamuk, mementahkan air bah. Banjir bandangpun terjadi. Cakupannya dari Solo sampai Gresik, menenggelamkan berhektar-hektar sawah, rumah, jalan, dan infrastruktur lainnya.

Daerah yang tenggelam merupakan penghasil beras Nasional. Wajar jika spontan muncul wacana bahwa bakal terjadi wabah kelaparan. Namun, hal ini segera dibantah. Persedian beras kita cukup bagus kok, katanya saat itu.

Ahh, itu juga fenomena alam mas. Gimana ya, lha wong alas kita sudah dibabat habis-habisan. Hutannya gundul-gundul pacul. Kalau musim rendeng begini ya airnya langsung bablas, nggrowos ke bawah bawa tanah juga. Maka terjadilah longsor dan banjir seperti apa yang sampeyan gambarken itu.

Mungkin memang suatu kebetulan. Setelah aneka peristiwa diatas, mantan presiden Soeharto masuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Berita ini menggegerkan jagad Nuswantoro. Aneka spekulasi muncul. Apakah pak Harto akan sembuh atau sebaliknya.

Solo dekat dengan pak Harto. Astana Giribangun, makam keluarga pak Harto, terletak di kabupaten Karanganyar, sekitar 14 Km sebelah Timur Solo.

Longsor di Karanganyar, banjir di Solo, sakitnya pak Harto, pertanda apa ini? Apakah hanya fenomena alam biasa ataukah ada perlambang lain, entahlah. Saat itu, perasaan saya jelek.

Setelah dirawat selama 24 hari, akhirnya pak Harto menghembuskan nafas terakhirnya. Spekulasi tentang kondisi kesehatan beliaupun berakhir sudah. Sejak dirawat hingga wafatnya pak Harto, Jakarta tidak pernah diguyur hujan deras.

Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya.

Beberapa hari kemudian setelah pak Harto wafat, hujan deras baru mengguyur ibu kota. Hujan yang turun tiada henti sejak Kamis malam hingga Jumat Sore, menenggelamkan Jakarta. Aktivitas perekonomian lumpuh. Jakarta terapung.

Gempa Jakarta - Longsor Karanganyar - Banjir Solo - sakitnya pak Harto - wafatnya pak Harto - Banjir lagi di Jakarta, tentu bukanlah suatu sebab akibat. Itu hasil ijtihad otak atek gathuk saya saja.

Jika sampeyan lebih percaya dengan sains, percaya dengan hal-hal yang aneh seperti itu jelas akan sampeyan anggap takhayul, ndak logis dan ndak ilmiah.

Apakah alam memberi tanda-tanda kepada kita tentang peristiwa besar tertentu yang akan, sedang dan telah terjadi, entahlah.

Percaya ndak percaya, terserah sampeyan saja menyikapinya.

Read original post at sasongko blog



February 05, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 05-02-2008

Ketika seorang jendral yang kebetulan mantan presiden mati, serentak media indonesia memblow up berita nya sebagai ‘hal yang cukup mengejutkan’. Hahah, untuk seorang yang sudah sangat tua dan keluar masuk rumah sakit, yang kebetulan dokter yang menangani juga cespleng sehingga hidupnya bisa dipanjangkan sedikit lagi, berita itu saya anggap tidak seberapa mengejutkan. Coba kalau dirawat di bangsal kelas 3 rumah sakit kabupaten, bangsal yang biasa digunakan pemakai askeskin, maka jendral itu pasti sudah mati sejak pertama kali masuk rumah sakit.

Hari hari setelah itu, segenap media kita seolah menjadi panggung dagelan yang sama sekali tidak lucu. Laporan pandangan mata suasana di rumah sakit, jalanan jalur antara rumah sakit ke rumah, sekitar rumah, bandara halim, sampai ke tempat pembaringan terakhir di karanganyar, silih berganti mengisi slot slot acara tivi lokal kita. Tayangan berita –yang menjadi faktor satu satunya tivi indonesia layak ditonton- penuh diisi liputan tentang kondisi kesehatan terakhir, pernyataan resmi yang kata katanya nggak jelas karena ngomong sambil misek misek dari anak sulung almarhum, suasana karanganyar yang mendadak hiruk pikuk, suasana cendana yang sejak 1998 sudah jarang masuk tivi, sampai ke upacara penguburan ala pahlawan bangsa. Begitu pula ke acara acara dadakan yang menampilkan biografi sang jendral. Bahkan sampai acara gak mutu macam infotainment pun ikut ikutan latah membahas tentang sang jendral dan keluarga yang ditinggalkannya, termasuk sinden dari banyumas yang dikawini oleh salah satu anak sang jendral, mendadak tampil sebagai bagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Ironis, tayangan yang biasanya hanya membahas bintang sinetron yang ganti pacar atau jerawatnya baru meletus atau anjingnya baru manicure, mencoba membahas sejarah bangsa Indonesia yang njlimet.

Apa yang terjadi kemudian adalah kebosanan total dalam melihat televisi. Isinya semua sama (yah, bukan hal baru juga sebenarnya). Tentang prestasi sang jendral selama berkuasa, tentang bagaimana hebatnya pak jendral semasa perjuangan, tentang perjuangan pak jendral dari kecilnya angon kebo sampai akhirnya mampu menggeser kekuasaan bung karno. Semua ingatan tentang penderitaan eks tapol dan anak anaknya yang seolah dianak tirikan oleh masyarakat, para keturunan tionghoa yang dicerabut akar budayanya dengan SKBRI, para jamaah pengajian amir biki di priok, para petani dan buruh di desa yang dibantai karena tuduhan ikut PKI, masyarakat aceh era DOM, bahkan akhirnya tentang penderitaan bung karno sang proklamator yang meninggal dalam keterasingan, dalam kemiskinan, dalam perawatan dokter hewan selama beliau dirawat di istana batutulis, semuanya seolah dilupakan begitu saja.

Inilah contoh yang benar benar pas dari teori proyeksi simulatif media yang dikemukakan oleh Baudrillard. Masyarakat terus menerus disiram informasi dari satu sudut pandang, yaitu tentang kehebatan pak jendral ini. Masyarakat digiring kepada satu versi kebenaran, yaitu pak jendral ini orang hebat tanpa cela.

adili suharto

Kebrutalan kapitalis media tampak lagi, serentak menjadikan kematian seorang mantan presiden sebagai komoditas hiburan, serentak menbuat realitas semu tentang betapa hebatnya mantan presiden ini, disaat yang sama serentak melupakan sejarah kepedihan yang pernah dialami bangsa ini. Seperti yang ditulis di catatan minggu harian kompas tanggal 3 februari 2008, media televisi berikut anak kandungnya yang beringatan pendek mencoba merespons suatu perjalanan sejarah bangsa yang panjang dan rumit.

Terima kasih pak jendral HM Suhartow, atas jasa jasamu yang teramat besar, sehingga pada hari kematianmu dan seterusnya, hampir seluruh media indonesia serentak (semangkin ) menjadi tempat sampah.

Read original post at alfarizqi blog



February 05, 2008
Filed Under (Uncategorized) by Admin on 05-02-2008

Maintenant, Caca a ” TK B ” et Insyaalloh en Juillet elle est a ” Primary 1 ” au ” Pribadi Boarding School “. Caca peut lire un livre et aime lire un livre pour sa sœur . Elle aime beaucoup sa sœur.
Chaque Mardi et Vendredi, elle va au ” Kumon ” pour etudier […]

Read original post at Tin blog



February 05, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 05-02-2008

A

Read original post at devie blog



February 05, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 05-02-2008

A

Read original post at orakanggo blog



February 05, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 05-02-2008

A

Read original post at orakanggo blog