Archive for March 19th, 2008
March 19, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 19-03-2008
Ini gambar bikinan si Victor, sodara seperguruan gw di Malang, yang mana juga biasa disebut sebagai My Brother Fuc*ers. Mehehehehehehe… Makin gokil aja ini orang… Pas lagi chating dia malah pake gambar ini jadi avatar… Gyahahahahahha… ngakak guling guling dah gw… Keep creative, bro! Yang pengen kenalan, bisa liat site Multiply-nya di sini. Read original post at penyu garong blog
March 19, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 19-03-2008
Suntuk? Read original post at Yaniko blog
March 19, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 19-03-2008
orang kantor : liburan bsk pulang kampung g phi? Read original post at althafunnisa blog
March 19, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 19-03-2008
Hujan lebat di sekitar ibukota siang ini menyertai keberangkatanmu. Di depan PC aku terpaku membayangkan bagaimana liuknya roda bis itu melaju. Tanpa bisa menemani keberangkatanmu aku duduk terdiam mengais sisa sisa bayang hadirmu. Read original post at penyu blog
March 19, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 19-03-2008
Selain bisa diaspirasikan lewat wadah berpolitik yang sudah resmi yang mengakomodasi kepentingan hajat hidup orang banyak, perjalanan politik seseorang di kantor bisa juga dilakukan oleh masing-masing individu yang mengakomodir kepentingan pribadi, seperti halnya karir, jabatan, dan ataupun keuntungan-keuntungan lain sebagainya. Berikut ini ada beberapa tips singkat mengenai bagaimana cara berpolitik kantor yang cantik dan tidak mengakibatkan kecemburuan sosial ataupun mendapatkan cap sebagai penjilat ataupun cari muka (carmuk).
Selamat mencoba tips-tips diatas dan semoga berhasil dengan karir maupun jabatan didalam perusahaan Anda. Picture tribute to : TheChessPiece Read original post at yudhiapr blog
March 19, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 19-03-2008
Semua aktifitas itu dilakukan oleh semua kalangan, semua golongan, semua umur dari manusia. Tidak memandang dia tua ataupun muda, miskin ataupun kaya, manager maupun staff, di Amerika maupun Indonesia, berkulit putih maupun hitam, dll. Pada intinya dilakukan oleh semua lapisan manusia di bumi ini. Itu semua sudah kodrati dari diri seorang manusia, seperti yang tertulis dalam sebuah artikel tentang Ilmu Sosial Budaya Dasar, manusia itu digolongkan sebagai berikut ini :
Sekarang mari kita bahas satu persatu dari point-point diatas : Manusia sebagai makhluk budayaManusia sebagai makhluk budaya yang berkemampuan menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan dan bertanggung jawab.Sebagai makhluk berbudaya, manusia mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi kesempurnaan hidupnya.
Manusia dan peradabanKonsep peradaban yang berasal dari kata “adab” yang intinya teratur dan dapat berarti ahlak atau kesopanan serta kehalusan budi pekerti berhubungan erat dengan konsep nilai moral, norma, etika dan estetika yang ada di masyarakat. Oleh karena itu kebutuhan akan adab dan peradaban berhubungan dengan kebudayaan dan organisasi sosial. Manusia sebagai individu, makhluk sosial dan mahluk religiusManusia sejak awal lahirnya adalah sebagai makhluk sosial (ditengah keluarganya). Makhluk yang tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia memerlukan mitra untuk mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Sebagai individu, manusia dituntut untuk dapat mengenal serta memahami tanggung jawabnya bagi dirinya sendiri, masyarakat dan kepada Sang Pencipta. Manusia, keragaman dan kesederajatanStruktur masyarakat Indonesia yang majemuk dan dinamis, ditandai oleh keragaman suku bangsa, agama dan kebudayaan. Keragaman tersebut merupakan kekayaan budaya yang membanggakan, tetapi pada sisi lain mengandung potensi masalah konflik. Jadi keragaman tersebut haruslah dapat dicari solusinya dengan semangat pluralisme, keterbukaan dan mengembangkan kesederajatan. Manusia, moralitas dan hukumManusia sebagai makhluk social dan berbudaya pada dasarnya dipengaruhi oleh nilai-nilai kemanusiaan. Nilai tersebut berupa: etika yang erat hubungannya dengan moralitas, maupun estetika yang berhubungan dengan keindahan.
Tatkala terjadi dilema antara materi hukum, konflik diantara penegak hukum, kurangnya sarana dan prasarana hukum, serta rendahnya budaya hukum masyarakat, maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikan pada rasa keadilan hukum masyarakat, artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat. Demikian pula dalam pengembangan estetika yang akan menjadi wujud budaya masyarakat sangat mungkin terjadi dilema dan benturan dengan nilai etika. Manusia, sains dan teknologiDalam setiap kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi, yang digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya, serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi, mengolah dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia. Sains dan tekhnologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery), penciptaan (invention), melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Kegunaan nyata IPTEK bagi manusia sangat tergantung dari nilai, moral, norma dan hukum yang mendasarinya. IPTEK tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa IPTEK mencermikan keterbelakangan. Manusia dan lingkunganSecara alamiah manusia berinteraksi dengan lingkungannya, manusia sebagai pelaku dan sekaligus dipengaruhi oleh lingkungan tersebut. Perlakuan manusia terhadap lingkungannya sangat menentukan keramahan lingkungan terhadap kehidupannya sendiri. Manusia dapat memanfaatkan lingkungan tetapi perlu memelihara lingkungan agar tingkat kemanfaatannya bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Bagaimana manusia mensikapi dan mengelola lingkungannya pada akhirnya akan mewujudkan pola-pola peradaban dan kebudayaan. Nah … Picture tribute to : Istockphoto Read original post at yudhiapr blog |
|