Archive for March 24th, 2008
March 24, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 24-03-2008
Gw ini orangnya emang OKE, hwehehehehehe… Sekali lagi, gw emang OKE!!! Hohohohohoho… Ga percaya? Wah.. Kalo ga percaya berarti Anda masih termasuk mereka yang tidak diberi cahaya, kawan… Sungguh sayang sekali… Semoga jiwa Anda segera diberi cahaya olehNya… Amin. Ini salah satu manusia yang telah diberi cahaya dalam hidupnya. Yang mana telah memeberi gw sebuah award, yang mana award ini sangat sangat sangat keren sekali, yang mana award ini adalah jujur diberikan dari dalam hati. Dialah Phie - Bebek Monyong dengan award Blog Orang Oke. Hweehheheehhehe…
Jadi sebagai rasa syukur, gw mao forward award ini ke 3 blogger beruntung :
Yang ga kebagian, bukan berarti kalian ga OKE, tapi semata-mata karena gw bakalan capek kalo ngasi ini award ke semua friendlist gw… Pake deskripsi satu-satu pula… Bisa² kering gigi gw… (apa hubungannya?) ———- Oh iya, sekalian gw mau pamitan. Ini blog akan gw tidur Walo lumayan banyak kenangan gw di blog ini (blog ini dari taon 2006 loh!), tapi gw ga terlalu mempermasalahin deh… biar kenangan itu tersimpan indah dalam archieves gw. N buat temen² yang uda nge-link ke http://kurniaku.blogspot.com/ dimohon dengan sangat kesediaannya untuk mengedit URL blog gw menjadi http://penyugarong.com/ OK, I’ll see u in my new space… Read original post at penyu garong blog
March 24, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 24-03-2008
March 24, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 24-03-2008
Link : habbit : Read original post at http://althafunnisa.blogsome.com/2008/03/24/enaknya/
March 24, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 24-03-2008
Link : habbit : Read original post at althafunnisa blog
March 24, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 24-03-2008
Cinta Read original post at steemeister blog
March 24, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 24-03-2008
Untuk penginapan, Alhamdulillah UMMI mendapatkan pinjaman dari keluarga Pak Tutuko, yang kebetulan mempunyai sebuah Villa yang terletak di Villa Istana Bunga, Lembang. Tempatnya tepat diatas terminal Parongpong. Di sebuah bukit yang cukup tinggi, dan satu jalur untuk menuju kawasan wisata “The Peak” yang terkenal itu. Berikut ini sedikit beberapa kronologis dan kejadian yang berhasil aku rekam dan abadikan selama menjelang liburan panjang sampai akhirnya pulang kembali ke rumah pada hari minggu sorenya. H minus 1 Hari ke 1 Di tengah perjalanan kita berhenti di Rumah Makan Kalimantan yang ada di daerah Cianjur, Nasi Goreng Kalimantannya cukup untuk mengisi perut yang kosong karena tadi sewaktu berangkat cuma sarapan ama roti saja. Perjalanan berangkat kali ini terbilang ramai lancar, tepat pukul 11.00 WIB kami telah sampai di Villa Istana Bunga, Lembang. Setelah semuanya berbenah dan bersih-bersih, acara molor bersama pun menjadi agenda hari pertama kali ini. Maklum suasana villa yang sangat dingin ini membuat rasa kantuk dan malas timbul, ditambah lagi kota Bandung di hari libur begini hampir bisa dipastikan macet dimana-mana. Sekitar pukul 16.00 WIB temanku Arip “Mansur” yang dari SMK Telkom Malang datang bersama dengan calon istrinya untuk maen2. Kebetulan temanku yang satu ini tinggal di Bandung, tapi tidak begitu lama lagi dia akan menjadi penduduk kota Jakarta karena diterima di Departemen Komunikasi dan Informasi di bagian Litbang. Mansur dan calon istrinya pun pulang begitu menjelang magrib, yang dilepas dengan rintik-rintik hujan yang konon kata penduduk sekitar villa memang kerap sekali terjadi, entah itu di pagi hari, siang hari, sore ataupun malam hari. Namanya juga dipuncak gunung. Hari ke 2 Tepat pukul 08.00 kereta yang aku naiki telah sampai di Stasiun Gambir, dan aku pun langsung meluncur ke pasar yang ada di daerah Buncit, yang biasanya dihari kerja selalu macet, tapi pada liburan panjang kali ini terlihat lapang dan lengang sekali. Hanya terlihat beberapa mobil dan motor yang melintas, begitu juga dengan angkotan kota pun terlihat sepi penumpang. Siang hari menjelang jumatan, dapat SMS dari UMMI yang mengatakan bahwa mereka habis berendam di pemandian air panas Ciater, dan sekarang sedang menuju ke tempat sapi perah untuk melihat proses pemerahan susu sapi dan minum beberapa gelas susu segar. hmm .. yummie .. jadi kepingin deh, tapi apa daya pada hari ini hingga sore harus jagain pasar.
Tepat pukul 18.30 WIB Argo Gede pun kembali membawaku kembali ke Bandung. Ternyata tiket Argo Gede sekarang ini telah mengalami penyesuaian, yang dulu satu tiketnya seharga Rp 60.000, - Rp 75.000,- sekarang ini cukup dengan uang Rp 45.000,- sudah mendapatkan kereta paling ekslusif untuk jurusan Jakarta - Bandung. Ada sebuah cerita tersendiri kenapa lebih memilih kereta dibandingkan dengan travel untuk perjalanan kali ini, itu semua dikarenakan jalanan yang macetnya minta ampun, so alternatif kereta pun menjadi realistis dan masuk akal untuk mengatur waktu yang harus benar-benar dipadatkan. Berarti tidak sampai 12 jam pada hari yang sama, aku telah naik kereta sebanyak dua kali untuk bolak-balik Bandung - Jakarta - Bandung .. hmmm .. sungguh perjalanan yang menyenangkan.
Tak berapa lama mobil yang membawaku berangkat dari Cilebut ke Bandung pun datang menjemput, sembari pulang ke arah Lembang, disempatkan jalan-jalan sebentar untuk melihat Bandung di kala malam hari. Sempat tercatat didalam ingatanku beberapa jalan yang sempat kami lewati, antara lain : Braga, Asia Afrika, Cihampelas, Siliwangi, Ganesa, Juanda, Pasteur dan terakhir adalah Setiabudi dan Sersan Bajuri. Sempat mampir sebentar didaerah Dago, tepatnya di Jl. Juanda untuk membeli martabak telor untuk camilan di villa malam nanti. Dan mobil pun merapat dengan sukses di villa tepat pukul 23.00 WIB Hari ke 3 Di lokasi outbond CIC ini atraksi yang kami pilih adalah : Flying Fox, jembatan gantung dan ATV. si Dahlia pun tidak ketinggalan ikut mencicipi flying fox dan ATV yang dilakukan secara tendem denganku. Ternyata Dahliapun sangat senang dan ingin mencoba lagi permainan-permainan tadi dilain waktu nanti. Cukup berani juga anakku ini di umurnya yang masih 4 thn lewat sedikit ini. Sehabis mencicipi flying fox, kemudian kami pun beristirahat sambil menikmati pisang coklat keju bakar dan colenak peuyem yang dijual dipinggiran arena, hmm sungguh nikmat sekali rasanya, ditambah lagi dengan suasana pegunungan Lembang yang terkenal sangat dingin sekali walaupun jam telah menunjukkan pukul 11.00 WIB. Sehabis dari arena outbond, kami pun kembali ke villa, di tengah jalan Dahlia pun naik kuda keliling komplek villa dengan beraninya, dan kami pun membersihkan diri untuk nantinya kita lanjut ke arah Bandung Kota, it’s SHOPPING TIME ! Dikarenakan macet yang terjadi dimana-mana, akhirnya kami pun terdampar di Cipaganti Walk atau lebih keren disebut dengan CiWalk. Disana kami pun berbelanja beberapa pakaian yang harganya cukup miring jika dibandingkan dengan di Bogor / Jakarta, dan aneka pilihan pun bisa kita dapatkan. Dikarenakan hari masih siang, maka kami putuskan untuk dilanjut ke Lapangan Gasibu yang terkenal dengan Gedung Satenya itu, ternyata disana juga terjadi kemacetan yang luar biasa. Setelah gagal untuk masuk ke Museum Geologi, yang ternyata pada hari itu sedang tutup, kami pun akhirnya langsung menuju ke Surabi yang ada di Jl. Setiabudi, tepatnya di depan Bank Mandiri Setiabudi. Hari ketiga di kota Bandung pun kami isi dengan bercanda tawa didalam villa, yang telah mulai diguyur dengan gerimis rintik-rintik pada malam hari ini. Hawa dingin yang menusuk tulang pun mulai menghinggapi kami. Dahlia pun bermain di laptopku yang dengan setia selalu mendampingi kemana saja ku pergi. Permainan favorit Dahlia yang ada di laptop yang aku install dengan Fedora 8 ini adalah GCompris (kumpulan permainan anak-anak) dan Super Tux (versi linux dari Super Mario Bro’s). Hari ke 4 Pada hari terakhir ini, kami putuskan untuk sesegera pulang ke Bogor. Karena kami tidak ingin terjebak oleh kemacetan yang terjadi di daerah Bandung Kota maupun di daerah Puncak dan Cisarua yang terkenal dengan kemacetan yang parah dihari libur ataupun akhir pekan. Tepat pukul 10.00 kami pun pamitan dengan Mang Dayat si penjaga Villa, yang telah menemani kami dan menjadi penunjuk jalan selama perjalanan kami di Lembang dan sekitarnya. Sembari jalan menuju pintu keluar Bandung, yaitu gerbang tol Pasteur, kami sempatkan mampir sejenak di Toko oleh-oleh Mayasari yang ada di Jl. Kebon Kawung, atau tepatnya didepan pintu utara Stasiun Kereta Bandung. Rasanya kurang afdol kalo kita tidak bawa oleh-oleh khas dari tempat yang kita kunjungi, yang nantinya akan kita bagikan ke tetangga di kanan-kiri untuk berbagi kesenangan kami di liburan panjang kali ini. Perjalanan pulang kali ini pun Alhamdulillah boleh dibilang lancar, karena kemacetan masih belum terjadi di beberapa titik yang tadinya kita perkirakan akan terjadi kemacetan. Dan mobil kami pun menginjakkan kota Bogor tepat pukul 13.30 WIB. Kami pun segera menuju ke Warung Soto Banjar yang ada di depan Bale Binarum Bogor. Soto Khas Banjar, yang sempat menghiasi meja makan keluarga kami pun tersaji dengan manis, maklum UMMI adalah asli kelahiran Kalimantan Tengah, tepatnya di Kota Kuala Kapuas.
Akhirnya liburan panjang kali ini telah kami lewati dengan suka cita. Sampai jumpa lagi di liburan yang lainnya. Sampai jumpa lagi Kota Bandung yang penuh dengan kenangan. Beberapa hal yang menjadi catatan penting selama liburan kali ini adalah :
Untuk photo album selengkapnya bisa dicek disini Read original post at yudhiapr blog
March 24, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 24-03-2008
Yang mau saya sampaikan sebenernya bukan itu, tapi sebuah ironi bahwa saya juga mengirim satu email ke 3000-an address setiap bulannya. Spam juga, yang kita samarkan sebagai Newsletter. Sedikit menganggu pikiran sih pada awalnya, tapi akhirnya netral juga. Selama minyak di dapur masih bisa mengucur pikir saya, hehehehe. Jadi sepertinya memang benar saya sudah menjadi spammer dan spamslayer dalam waktu yang sama! Gambar diambil dari: SINI |
|