Archive for May, 2008

May 31, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 31-05-2008

Indonesia menjamin tiap warga bebas beragama. Inilah hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi. Ini juga inti dari asas Bhineka Tunggal Ika, yang menjadi sendi ke-Indonesia-an kita. Tapi belakangan ini ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhineka-an. Mereka juga menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat. Bahkan mereka menggunakan kekerasan, seperti yang terjadi terhadap penganut Ahmadiyah yang sejak 1925 hidup di Indonesia dan berdampingan damai dengan umat lain.

Pada akhirnya mereka akan memaksakan rencana mereka untuk mengubah dasar negara Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi, dan menhancurkan sendi kebersamaan kita. Kami menyerukan, agar pemerintah, para wakil rakyat, dan para pemegang otoritas hukum, untuk tidak takut kepada tekanan yang membahayakan ke-Indonesia-an itu.

Marilah kita jaga republik kita.

Marilah kita pertahankan hak-hak asasi itu.

Marilah kita kembalikan persatuan kita.

Jakarta, 10 Mei 2008

ALIANSI KEBANGSAAN untuk KEBEBASAN BERAGAMA dan BERKEYAKINAN

A. RAHMAN TOLLENG . A. Sarjono . A. Suti Rahayu . A. SYAFII MAARIF . AA GN Ari Dwipayana . Aan Anshori . Abdul Moqsith Ghazali . Abdul Munir Mulkhan . Abdul Qodir Agi . l Abdur Rozaki . Acep Zamzam Nur . Achmad Chodjim . Achmad Munjid . Ade Armando . Ade Rostina Sitompul . Adi Wicaksono . Adnan Buyung Nasution . Agnes Karyati . Agus Hamonangan . Agustinus Ahmad Fuad Fanani . Ahmad Baso . Ahmad Fuad Fanani . Ahmad Nurcholish . Ahmad Sahal . Ahmad Suaedi . Ahmad Taufik . Ahmad Tohari . Akmal Nasery Basral . Alamsyah M. Dja’far . Albait Simbolon . Albertus Patty . Amanda Suharnoko . Amien Rais . Ana Lucia . Ana Situngkir . Anak Agung Aryawan . Anand Krishna . Andar Nubowo . Andreas Harsono . Andreas Selpa . Anick H Tohari . Antonius Nanang E.P . Ari A. Perdana . Arianto Patunru . Arief Budiman . Arif Zulkifli . Asep Mr . Asfinawati . Asman Aziz . Asmara Nababan . Atika Makarim . Atnike Nova Sigiro . Ayu Utami . Azyumardi Azra .

Bachtiar Effendy . Benny Susetyo, SJ . Bivitri Susanti . Bonnie Tryana . BR. Indra Udayana . Budi Purwanto . Christianto Wibisono . Christina Sudadi . Cosmas Heronimus . Daddy H. Gunawan . Daniel Dakhidae . Daniel Hutagalung . Djaposman S . Djohan Effendi . Doni Gahral Adian . Donny Danardono . Donny Gahral Ardian . Eep Saefulloh Fatah . Eko Abadi Prananto . Elga J Sarapung . Elizabeth Repelita . Elza Taher . Endo Suanda . Erik Prasetya . Eva Sundari .

F. Wartoyo . Fadjroel Rahman . Fajrime A. Goffar . Farid Ari Fandi . Fenta Peturun . Fikri Jufri . Franky Tampubolon . Gabriella Dian Widya . Gadis Arivia . Garin Nugroho . Geovanni C. . Ging Ginanjar . Goenawan Mohamad . Gomar Gultom . Gus TF Sakai . Gustaf Dupe . Gusti Ratu Hemas . Hamid Basyaib . Hamim Enha . Hamim Ilyas . Hamka Haq . Hasif Amini . Hendardi . Hendrik Bolitobi . Herman S. Endro . Heru Hendratmoko . HS Dillon .

I Gede Natih . Ichlasul Amal . Ifdal Kasim . Ihsan Ali-Fauzi . Ika Ardina . Ikravany Hilman . Ilma Sovri Yanti . Imam Muhtarom . Imdadun Rahmad . Indra J. Piliang . Isfahani . J. Eddy Juwono . Jacky Manuputty . Jajang C. Noer . Jajang Pamuntjak . Jajat Burhanudin . Jaman Manik . Jeffri Geovanie . Jerry Sumampow . JN. Hariyanto, SJ . Johnson Panjaitan . Jorga Ibrahim . Josef Christofel Nalenan . Joseph Santoso . Judo Purwowidagdo Julia Suryakusuma . Jumarsih . Kartini . Kartono Mohamad . Kautsar Azhari Noer . Kemala Chandra Kirana .

KH. Abdud Tawwab . KH. Abdul A’la . KH. Abdul Muhaimin . KH. Abdurrahman Wahid . KH. Husein Muhammad . KH. Imam Ghazali Said . KH. M. Imanul Haq Faqih . KH. Mustofa Bisri . KH. Nuril Arifin . KH. Nurudin Amin . KH. Rafe’I Ali . KH. Syarif Usman Yahya . Kristanto Hartadi .

L. Ani Widianingtias . Laksmi Pamuntjak . Lasmaida S.P . Leo Hermanto . Lies Marcoes-Natsir . Lily Zakiyah Munir . Lin Che Wei . Luthfi Assyaukanie . M. Chatib Basri . M. Dawam Rahardjo . M. Guntur Romli . M. Subhan Zamzami . M. Subhi Azhari . M. Syafi’I Anwar . Marco Kusumawijaya . Maria Astridina . Maria Ulfah Anshor . Mariana Amirudin . Marsilam Simanjuntak . Martin L. Sinaga . Martinus Tua Situngkir . Marzuki Rais . Masykurudin Hafidz . MF. Nurhuda Y . Mira Lesmana . Mochtar Pabottingi . Moeslim Abdurrahman . Moh. Monib . Mohammad Imam Aziz . Mohtar Mas’oed . Monica Tanuhandaru . Muhammad Kodim . Muhammad Mawhiburrahman . Mulyadi Wahyono . Musdah Mulia .

Nathanael Gratias . Neng Dara Affiah . Nia Sjarifuddin . Nirwan Dewanto . Noldy Manueke . Nong Darol Mahmada . Nono Anwar Makarim . Noorhalis Majid . Novriantoni . Nugroho Dewanto . Nukila Amal . Nur Iman Subono . Pangeran Djatikusumah . Panji Wibowo . Patra M. Zein . Pius M. Sumaktoyo . Putu Wijaya . Qasim Mathar . R. Muhammad Mihradi . R. Purba . Rachland Nashidik . Radityo Djadjoeri . Rafendi Djamin . Raja Juli Antoni . Rasdin Marbun . Ratna Sarumpaet . Rayya Makarim . Richard Oh . Rieke Dyah Pitaloka . Rizal Mallarangeng . Robby Kurniawan . Robertus Robet . Rocky Gerung . Rosensi . Roslin Marbun . Rumadi .

Saiful Mujani . Saleh Hasan Syueb . Sandra Hamid . Santi Nuri Dharmawan . Santoso . Saor Siagian . Sapardi Djoko Damono . Sapariah Saturi Harsono . Saparinah Sadli . Saras Dewi . Save Dagun . Shinta Nuriyah Wahid . Sitok Srengenge . Slamet Gundono . Sondang . Sri Malela Mahegarsari . St. Sunardi . Stanley Adi Prasetyo . Stanley R. Rambitan . Sudarto . Suryadi Radjab . Susanto Pudjomartono . Syafiq Hasyim . Syamsurizal Panggabean. Sylvana Ranti-Apituley . Sylvia Tiwon .

Tan Lioe Le . Taufik Abdullah . Taufik Adnan Amal . TGH Imran Anwar . TGH Subki Sasaki . Tjiu Hwa Jioe . Tjutje Mansuela H. . Todung Mulya Lubis . Tommy Singh . Toriq Hadad . Tri Agus S. Siswowiharjo . Trisno S. Sutanto . Uli Parulian Sihombing . Ulil Abshar-Abdalla . Usman Hamid . Utomo Dananjaya . Victor Siagian . Vincentius Tony V.V.Z .

Wahyu Andre Maryono . Wahyu Effendi . Wahyu Kurnia I . Wardah Hafiz . Wiwin Siti Aminah Rohmawati . WS Rendra . Wuri Handayani . Yanti Muchtar . Yayah Nurmaliah . Yenni Rosa Damayanti . Yenny Zannuba Wahid . Yohanes Sulaiman . Yosef Adventus Febri P. . Yosef Krismantoyo . Yudi Latif . Yuyun Rindiastuti . Zacky Khairul Umam . Zaim Rofiqi . Zainun Kamal . Zakky Mubarok . Zuhairi Misrawi . Zulkifli Lubis . Zuly Qodir

Hadiri Apel Akbar
1 Juni 2008
Pukul 13.00-16.00 WIB
di Lapangan MONAS – JAKARTA

(Teks dikutip bebas dari website mas Andreas)

Read original post at http://arifwidi.com/2008/06/01/mari-pertahankan-indonesia-kita



May 31, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 31-05-2008

Depok, 31 Mei jam 18.45.
Huaaa mau sembunyi di balik gunung! Bener2 last minute.
Ya sudah bu host, ini laporanku ya…

Ngedit foto di leptop, wakakka, bingung settingnya gimana. Tapi karna emang wis elek dari sononya ya tetep, kekeke. Taro piring di atas sadel sepeda motor, dapet 3 kali jepret ada tetangga dateng, “Yuul, besok arisan yaaaa”, xixixix…. […]

Read original post at http://chefwannabe.wordpress.com/2008/05/31/kbb-5-banoffee-pie/



May 31, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 31-05-2008

I am here to declare that I had a sin, addicted to social network. I really do not know what caused it. May be something like this make me feel alive, see working at home makes you think boring all the time. Or, may be these kind of stuff actually interesting.

You can view my FriendFeed account here, and please join and share yours. See, I am more alive on social website than on my own blog. I spent almost half of my internet time now browse these stuff and following the other. You and I can follow our friends’ activity through one screen page, and that is awesome. What’s more, we can comment on particular items.

Read original post at http://arifwidi.com/2008/05/31/addicted



May 30, 2008
FAQ
Filed Under (Alumnus Blog) by on 30-05-2008
Begini ini blogger pengidap insomnia yang kurang kerjaan. Jam 00:00 bukannya merebahkan badan dan memejamkan mata, malah “kluthekan” dewe. Ngambil notebook didepan, balik lagi ke kasur, ngambil posisi wenakk (bantal1 didekno nang tembok, bantal2 dipangkuan buat tata’an notebook hhihihi). Suepi…tenang…cocok buat merenung dan mencari inspirasi hahaha. Yang terdengar hanya sayup2 suara Letto yang menyanyikan lagu insensitive “….so many choice to be made, so little time to decide….” kayak header blog ini :D, kok sayup2?? yha iyhalahh, kalo kenceng-kenceng kan bisa ganggu suamiku yang udah tidur. Sebenernya aku laper, suwer laper, tergoda ama Indomie goreng yang baru kubeli sore tadi sebelum kuliah, tapiiii muales bikinnya, cobak ada yang bikinin yha huehuehue…(*ngarep dot com)

Untung notebook ini gak connect internet, cobak kalo connect, mungkin tagihan bisa membengkak xixxixi, maka dari itu postingan ini harus dicopy dan diupload besok waktu nyampek pabrik panci. Sebenernya aku cuapekkk lho, tadi pulang kuliah jam 20:30′an nyampek kontrakan jam 21′an. pengen tidur tapi gak bisa, padahal semua lampu udah aku matiin lho. Yhawes gpp, mari kita mulai menyalurkan sampah2 di otak, siapa tahu habis nulis ini bisa tidur dengan tenang.

FAQ atau Frequently Asked Question(s) atau pertanyaan yang sering muncul, bisa juga pernyataan atau pertanyaan seseorang yang nggatelno kuping nek gak dikomentari. kenapa dibuat postingan gini? abisnya pertanyaan2 yang akan kutulis ini yang sering muncul, dan aku males njawab kl pertanyaannya sama dan itu2 saja :D jadi setelah posting ini, tiap ada yang tanya hal serupa, maka langsung aku kasih alamat blogku aja :D

1. Udah hamil belum? masa kalah sama si ini, si itu? atau udah berapa bulan ?
jawabannya harus tegas nih, BELUM. ingat yha, saya ini tidak pernah ikut perlombaan sopo “METENG DHISIKAN” iku yang jadi juara. jadi yha aku sih nyantai aja..pilih mana, dah nikah tapi belum hamil atau yang nikah dengan perut udah kayak bawa drum band?? ato yang nikahnya baru sebulan tapi hamilnya dah 5 bulan?? jadi, lihat poto mantenan yang abis selesai dicetak itu sambil ngelus2 perut yang udah membuncit huehuehue (*ini kejadian nyata loh, aku ikutan liat poto2nya :D)

2. “Yha udah yang sabar yha …ntar jg pasti dikasih kok” –> dengan nada kalimat dan wajah memelas
ya elahhh, kayak saya ini yang menderita buangetttttttt gitu belum punya anak, wong saya loh baik2 saja, dan hidupku juga biasa saja..mengalir kayak air sungai, ciehhhh…..

3. Dirimu itu mbok yha banyakin istirahat, kuliahnya cuti dulu setahun.. biar cepet hamil, mungkin kecapekan, jadi gak hamil2 (*sing pernah mengeluarkan statemen iki hayoo ngacung)
Istirahat your face so far.Justru aku ini lagi ngebut biar cepet kelar kuliahnya (doain yha). kalo boleh minta sih hamilnya ntar aja abis lulus kuliah.

4. Loh, kan bisa, hamil tetep kuliah/ punya anak dan kuliah?
yang bilang gak bisa lho yha siapa ?? yha tetep bisa, cuman apa yha tega dirimu melihat istrimu hamil 8 bulan menek-menek tangga kampus sampek lantai 3 atau 4?? nek aku seh ra tego, nek moro2 ngglundhung piye jal?? trus kalopun misal kuliahku harus berhenti, rasane kok gak tego, takut berlarut-larut dan gak lulus2, kayak temenku yang satu ini hihihi, sorry maki :D

5. Kenapa sih kayaknya kok berat banget ama kuliahnya?
yha jelasss donkkkkkk. Mungkin bagi situ yang gajinya udah gedhe dan duitnya udah meteran, hal ini sangat gak penting sekali. Tapi bagiku yang masih bergaji cekak ini sangat penting sekali. Lagian mungkin kalo biaya kuliah tinggal nadah ortu, ato yang biayain kuliahku itu orang lain aku gak akan seberat ini. Biaya sendiri coy, murni 100% hasil jerih payahku sebagai kuli di pabrik panci. ngerti gimana perih dan pedihnya nyari duit?? kl belum ngerti cobain aja.enak kok…. (*enak… gundulmu)

6. Emang kuliah buat apa sih?? kan udah ada suami??
yeeeeee, emangnya kayak situ ngandelin suami?? plis dong ah, jaman udah maju kok masih bergantung sama orang lain, meskipun itu suami sendiri. Bergantung itu yha hanya kepada Allah. bergantung pada orang lain bisa kecewa, tapi bergantung kepada Allah gak akan kecewa, dijamin, seperti ungkapan Asma Nadia “Allah, bersamamu tidak ada jalan buntu”. Tapi yha gak langsung bener2 100% bergantung dan kita gak ngelakuin apa2, kita harus mandiri men, berusaha dan berdoa, setelah itu tawakal, serahkan semua hanya kepada yang NGECAT TOMAT. Sebagai wanita kita harus tetep bekerja. Bekerja di mana aja, baik di rumah maupun di kantor ataupun di warung, ah dimana saja, yang penting tetap bekerja. Aku masih ingetttt banget kata ustad waktu di Batam dulu kalo umur laki-laki itu lebih pendek dari umur wanita (*nahh lohhh, yang cowok harus siap2 nih xixixiix, mati duluan soalnya), yha gak melulu begitu dan bukan mendoakan, aku hanya menyampaikan aja. Trus apa yang bisa kita lakukan kalo kita menggantungkan hidup kita ke suami??? wahhh bisa menangis darah garuk-garuk aspal kita. Mau memelas ke orang lain ? hutang sana hutang sini??? kayaknya hidup bertambah jadi berat. Gak gw banget deh. itulah kenapa kita harus tetep kerja. Trus hubungannya ama kuliahmu apa ving??? yha jelas berhubungan lahhh, saya kan gak punya kemampuan yang lain selain mbenerin panci bocor, jadi yha aku harus tetep kuliah, biar dapet kerja yang lebih baik, dan bisa mandiri.

7. Oh yha kok kamu bisa cuek sih, padahal tiap hari adaaaa aja yang tanya tentang kamu yang belum hamil??
ya elahhh masih dibahas. plis dung ah. ntar kl saya hamil dan punya anak tuh yang susah, yang berat, yang beliin susu, beliin pampers, nyuci ompol2nya, yang ribet tuh yha aku sendiri, orang lain gak akan bantu ikut gendong2 ato ikut2an nyuci ompolnya, jadi kenapa harus dengerin omongan orang lain ??? emangnya kl aku hamil, orang lain yang mau mikul perut yang melembung besar itu??? kalo anakku ngompol, emang orang lain yg mo gantiin popoknya? orang lain emang mau bayarin baby sitternya? realistis dikit dung ah. Hanya kita sendiri yang tahu tentang hidup kita, dan pilihan2 yang kita ambil, jadi kenapa mesti nurutin apa kata orang??? (* ini nasehat Maki, dan sangat benar sekali, thanks Maki)

8. Eh situ masih di rumah kontrakan yha, dimana?berapa sebulannya?
iyha, itulho yang di belakang mall Ambasador, sebulannya 1,3 udah termasuk listrik dan air.

9. Kenapa gak cari yang murah aja? kan banyak tuh yang 700′an ato 900′an?
iyha, gak hanya banyak, tapi buanyakkkk, tapi tempatnya mblusuk2. Realistis dikit dung, sekarang aja nyari kosan yang 400 aja susah kan?? itupun hanya sekamar, yha wajar dung harganya segitu wong kontrakanku itu 3 kamar, tidak termasuk kamar mandi dan tempat nyuci, lagian tempatnya strategis menurutku. Aku kan emang nyari lokasinya yang kayak gitu dan dilewati angkot. mahal itu kan relatif. lha kalo pas gak diantar jemput suami dan kontrakan kita jauh dr jalan yang dilewati angkot, mosok yho arep naik taksi tiap hari, bisa bangkrut bandar’e. Yha kalo pabriknya deket, pabrik tempat saya nguli ini di daan moncrot mogot sana, gak mungkin taksi tiap hari. jadi emang sengaja pilih jalur angkot, lagian juga kalo mo belanja belanji deket mall dan pasar tradisional. pas banget kan ? jadi bagiku ini yang lebih murah. dibandingkan kontrakan yang murah tapi kalo mo nyari angkot/taksi harus jalan dulu sejauh 1-2 kiloan (*gak bermaksud menyindir loh, hanya membayangkan seandainya aku ada diposisi spt itu hehehe ), bisa remuk redam badanku.

10. 1,3 itu bisa buat nyicil rumah loh, kenapa gak beli rumah aja ?
iyha bisa buat nyicil rumah, DP nya nganggo dengkulmu. emange ra nganggo duit?? jangan gila dung. makanya sambil nunggu kuliahnya lulus, ini juga sambil nabung buat beli rumah kekekeke. Emangnya kayak situ..duitnya meteran, beli rumah kayak beli kacang goreng aja xixixixixi..sabar dung ah, doain biar cepet punya rumah sendiri :D , amin. Lagian juga kalo punya rumah mesti jauh-jauh ke pinggiran, ntar gimana dung kuliahku ??? (*heheh lak mulekkkk nang kuliahhh ae), yho jelas untuk saat ini kuliah jadi nomer 1, semboyan aja udah ku ganti dulunya “kerja nyambi kuliah” skrg jadi “kuliah nyambi kerja” xixixixixxi. Sebenernya banyak sih rumah di Jakarta Pusat, Menteng khususnya, deket-deket cendana itu juga buanyak, buanyak yang gak terbeli maksudnya huahahahaha…

udah ah capek, udah jam 1:30 pagi. Ntar kl ada yang comment dan tanya2 lagi, kl ada waktu aku buatin FAQ II xixixxi, sebagai selebritis blogger yang baik kan harus melayani permintaan para fans huehueheue (*huekk cuihh..). Wes ah.. daaaaa…….

-JlPedurenanMasjid2No49,30Mei08,1:30waktuhapeku-

Ketinggalan 1 FAQ lagi :
kok kalo ngeblog pasti ngomel2 dan emosi’an gitu kayaknya??
jawaban : yho sekarepku, wong blog yho blog2ku dewe, kalo gw nyantai aja, kenapa mesti elo yang repot ???

Read original post at http://vivink.blogspot.com/2008/05/faq.html



May 30, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 30-05-2008

Selingkuh dalam Lirik LaguTidak diragukan, cinta adalah tema yang paling banyak diangkat dalam penulisan film, novel, cerita pendek, puisi, drama, tak terkecuali juga lirik lagu. Jatuh cinta, cinta bertepuk sebelah tangan, putus cinta, patah hati, dan masih banyak lagi.

Coba saja amati tren lirik-lirik lagu belakangan ini. Lirik yang semakin lama semakin kreatif. Lagu cinta misalnya, tak lagi hanya mengangkat permasalahan cinta yang sederhana seperti indahnya jatuh cinta atau sakitnya patah hati. Lebih dari itu, telinga kita kini mau tidak mau akrab dengan beberapa lagu bertema cinta segitiga, segiempat, dan seterusnya, singkatnya perselingkuhan…

Read original post at http://ibnufarid.com/2008/04/10/selingkuh-dalam-lirik-lagu



May 29, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 29-05-2008

Sambil ndengerin lagu-lagu lama yang dinyanyikan oleh seorang ibu dan bapak yang tak begitu jauh, sekitar 30 meter, di Lobby sebuah hotel yang aku tempati saat ini, aku membuka-buka foto yang aku punyai di laptop.

Aku ingin sekali menemukan foto-foto yang pernah aku ambil beberapa tahun lalu. Mungkin saja masih tersimpan di laptop butut ku ini.
Direktori demi direktori aku buka, file demi file aku buka, akhirnya aku menemukan foto saat aku sedang berkunjung ke Lombok berdua bersama sang istri, istilahnya HoneyMoon. Gak tau waktu itu adalah HoneyMoon yang ke berapa hehehe…

Aku jadi teringat malam-malam di Lombok saat itu, sepi, gerimis, dingin, lapar. “Wah… enaknya kita makan seafood nich”, lirih istriku. Memang dari awal kita ingin makan malam di luar dengan menu seafood, tapi berhubung hari masih gerimis, jadi berfikir-fikir lagi. Akhirnya kita berdua memutuskan untuk tetap berangkat menuju restoran/warung yang tidak pernah kita rencanakan sebelumnya di mana tempat itu berada.

Untung hotel H*lid*y In* tempat kita menginap menyediakan kendaraan untuk pergi ke luar dari hotel dengan membayar beberapa ribu rupiah saja. Akhirnya kita pergi ke luar dari hotel untuk mencari makan karena kelaparan. Akhirnya lagi, kita sampai di tempat yang kita inginkan.

Sang sopir mempersilahkan dan memberikan ucapan selamat makan saat kita keluar dari kendaraan hotel itu. “Ini pak dari kami, terima kasih ya pak…”, ucapku ke bapak yang mengendarai mobil tadi. Dengan lari-lari kecil kita menghindari jalan yang masih menggenang sedikit air bekas hujan.

Di depan restoran itu kita dipersilahkan untuk memilih duduk. Sambil melihat kursi kosong di beberapa tempat, akhirnya kita memutuskan untuk duduk di pinggir/tepi sebelah kiri. Beberapa pasang muda-mudi ada yang sudah menikmati seafood yang dihidangkan, dan ada juga yang masih menunggu pesanan yang masih diracik. Bagusnya di sini, semua makanan fresh, alias diracik dan dimasak jika ada request dari pelanggan.

Setelah beberapa saat melihat-lihat menu, akhirnya kita tulis menu yang sangat kita inginkan. Istriku memesan kepiting saus padang, udang, cumi dan cah kangkung, dengan minum jeruk hangat, aku ikut aja hehehe…
Setelah beberapa saat memesan… PET… mati lampu. Nah lho… Istriku masih terlihat karena memang dasarnya berkulit putih dan pake jilbab putih juga. Lha aku… weleh… terpaksa harus tersenyum menyunggingkan gigi terus sampe kering, biar sang istri gak bingung nyari. Puass… puasss… !!! Huh…

Beberapa saat pelayan resto menyalakan beberapa lilin di meja kita.
Wah… romantis bangetttt !!! “Kok bisa ya say… pas banget gitu loch… hihihi…”, selorohku diikuti senyuman cantik sang istri.

Waktu yang ditunggu-tunggu datang. Sesaat sebelum melakukan santap malam, kita bergantian ke wastafel untuk mencuci tangan. Setelah itu… Sikaaaatttttttt !!!
Awalnya aku makan lauk seafood yang praktis-praktis saja, udang dan cumi + kangkung. Setelah itu, kepiting masih lumayan banyak, karena kita pesan 2 porsi dan lumayan montok untuk 1 kepitingnya. Istriku menawarkan untuk membantu menyantap kepiting itu.

Terus terang, aku dari dulu tidak suka makan kepiting. Sebenarnya suka, tapi males. Tidak praktis. Tapi baru kali ini, di Lombok, aku suka dengan kepiting, apalagi yang puwedes. Hingga sekarang aku jadi suka dengan kepiting. Saus padang yang puwedes :D

Setelah menyantap semuanya, dan habis, wuih… kenyang… Alhamdulillaah… Kita bayar dan sangat kaget dengan total dari semua makanan yang kita pesan.
Sesaat mataku dan istriku bertatapan karena tidak percaya dengan total yang akan kita bayarkan. “Bener nich… ” hampir bersamaan kita mengucapkan kata-kata itu. Kita cek lagi… ternyata bener.

Karena masih hujan, akhirnya kita agak bingung akan menggunakan apa untuk kembali ke hotel. Tapi dengan tanggap sang kasir mempersilahkan untuk masuk ke mobil mereka untuk diantar. Alhamdulillaah, dimudahkan lagi oleh 4JJ1. Akhirnya dengan payung yang mereka miliki, kita diantar untuk masuk ke mobil.

Sangat lebat hujan saat itu, dan akhirnya kita sampai juga di depan hotel. Saat akan keluar aku keluarkan beberapa lembar uang untuk transportasi itu. Dengan tegas mereka menolaknya dan bilang “Tidak perlu mas, ini sudah menjadi service kita kok, terima kasih”, kata sang pengantar. “Udah mas, buat bensin”, ucapku sambil memaksa dia untuk menerima uang itu. “Terima kasih sekali lagi…”, katanya sambil menjauh dari kita.

“Ya Allah sayang, baik banget ya. Servicenya top banget. Udah murah, enak, dianterin lagi. Kurang apa coba”, ucapku ke istri sambil berjalan menuju ke dalam hotel. “Iya ya… enak banget, bumbunya pas, pedes, murah, dianter lagi. hebat ya… “, katanya sambil melihat ke aku. “Iya…”.

Akhirnya kita jalan-jalan keliling hotel dulu sebelum masuk ke kamar, untuk melihat sekeliling hotel di malam hari dan hujan lagi hehehe…
Menuju ke kamar… dan…

Selesai ;)

Banjarmasin,
-miss some one there-

Read original post at http://m-awang-j.blogspot.com/2008/05/kepiting-lombok.html



May 29, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 29-05-2008

senja di laren extended
seharian cuman bengong di pabrik. daripada bengong terus, sore hari mutusin ke Laren, Lamongan. nengok progress kawan kawan. ndak rugi ternyata, nemu kayak ginian disanah.
baik kan?

Read original post at http://devie.wordpress.com/2008/05/29/senja-di-laren-extended/



May 29, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 29-05-2008

Duh Eviii, ngasih order susah amat sih, huaaa :(( Aku bikin astroboy yang ke 5 itu baru bisa mirip, yang ke 1 kayak buto ijo, kedua kayak jayen, ketiga dan keempat kepalanya mleot, huahaha… pratice make perfect ya, ayo2 jangan menyerah, belom tentu kita nggak berbakat, cuman mungkin harus nyoba beberapa kali dulu baru keliatan […]

Read original post at http://chefwannabe.wordpress.com/2008/05/29/astro-boy-cupcakes/



May 29, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 29-05-2008

Tips bikin pesenan cake yang hiasannya bikin nangis karna ngerasa saking impossiblenya (huahahha) dan dengan waktu yang sangat terbatas: tidur dulu yang cukup, kondisi harus fit. Kalo waktu mepet, mending bikin topper/hiasan dulu, jadi nanti kalo energi udah abis, udah teler, baru bikin cakenya, kalo buat cakenya kan standar aja, tinggal ngadon, manggang, kipas2 biar […]

Read original post at http://chefwannabe.wordpress.com/2008/05/29/fondant-angel-birthday-cake/



May 29, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 29-05-2008

Jam tanganku menunjukkan pukul 21.15 WIB, berarti sekarang di sini pukul 22.15 WITA, karena aku sedang berada di daerah tengah waktu indonesia.
Saat ini aku berada di Kalimantan, tepatnya di kota Banjarmasin. Kota yang panas dan berdebu. Di sana sini banyak bangunan-bangunan baru yang akan dibangun. Termasuk kota yang sedang berkembang menurutku.

Kemarin sore aku mendarat di sini menggunakan salah satu alat transportasi milik negara (kali…). Aku biasa nyebut alat itu manuk emprit.

Sekitar pukul 17.05 hari Selasa kemarin aku tiba di Bandara Syamsuddin Noor. Hari masih terang. Sepertinya baru selesai diguyur hujan yang tidak begitu lebat, karena permukaan landasan bandara masih basah oleh air hujan.

Alhamdulillaah, sudah agak kering, jadi untuk mendarat, si manuk emprit tidak terlalu ada masalah. Sebelumnya di atas beberapa kali mengalami cuaca buruk, dan si pengemudi manuk emprit beberapa kali mengingatkan agar tetap menggunakan sabuk pengaman agar siap terhadap goncangan.

HP aku nyalakan setelah manuk emprit mendarat dengan sempurna dan parkir. Kling kling… wah.. beberapa sms masuk. Termasuk sms rekan kerja di sini yang memberi tahu bahwa aku dan temanku akan dijemput.
Ok… aku sudah menyimpan nomor dan nama pengemudi. Setelah sampai di pintu keluar aku telpon sang penjemput. Setelah tahu dan keliatan, aku datang ke dia. Langsung meluncur keluar dari bandara.

Aku call rekan kerja di Banjarmasin memastikan mereka sudah pulang atau belum, ternyata belum, jadi aku datang ke kantor dulu untuk say hello.

Akhirnya aku diantar ke salah satu hotel yang letaknya di sebelah sungai besar di Banjarmasin ini.
Sungai ini kalau malam biasanya digunakan oleh beberapa orang untuk memancing. Di situ ada beberapa jenis ikan yang bisa dipancing. Ikan patin, ikan betok, ikan gabus dan ikan lain-lain *tidak termasuk ikan tempe, tahu atau ikan ayam :P

Setelah seharian aku di lobby hotel untuk nge-remote perangkat-perangkat yang memang harus dirubah konfigurasi dan table-routing nya, akhirnya setelah isya’ aku mencari makan di seberang hotel untuk mengisi perut yang sudah tidak mau diajak kompromi. Si Naga sudah teriak-teriak minta disuapin. Setelah selesai makan di salah satu toko penjual fried chicken, aku menuju ke hotel.

Setelah hampir saja sampai di depan lobby hotel, aku teringat cerita temen kalau sungai di depan hotel kalau malam ada yang mancing. Akhirnya aku bersama temanku pergi untuk melihat orang-orang yang sedang mancing.
Ada 2 orang yang sedang memancing. Dua-duanya sudah tua. Menurutku umur mereka sudah di atas 50 tahun.
Salah satu dari mereka sangat cool perangainya. Karena beberapa kali aku bertanya “Sudah dapat ikan Pak ?” untuk pertanyaan pertama tidak dijawab, kedua juga demikian, akhirnya yang ke tiga dijawab dengan gelengan kepala.

Aku memutuskan untuk mendekati orang yang satunya lagi. Dengan pertanyaan yang sama “Sudah dapat ikan Pak ?”.
Sambil membenahi rokoknya yang masih beberapa senti panjangnya, menoleh ke aku dia menjawab. “Belum…”. Wah sepertinya lebih enak diajak ngobrol bapak yang satu ini.

Aku mengutarakan pertanyaan lagi. “Biasanya sampai jam berapa Pak mancingnya ?”. “Sampai jam 2 an”. “Oh… dapat berapa ekor biasanya Pak ?”. “Kadang 1 atau 2 ekor”. Ehm… sunggung sabar orang-orang ini, dari jam 10 malam hingga jam 2 dini hari mereka mempertaruhkan waktu dan tenaga mereka hanya untuk 1-2 ekor ikan. Wow… sunggung luar biasa.

Aku ajukan pertanyaan lagi “Ikan yang didapat besar ya Pak ? untuk dijual atau untuk sendiri ?”. “Kemarin … tadi malam dapat 1 ekor sekitar 2-2.5 kilo, untuk anak-anak makan”. Subhaanallaah… Sungguh mulia engkau Pak Tua. Semoga umurmu memang berkah dan engkau ikhlas dengan ini. Sungguh… tidak semua orang bisa seperti Bapak.

Akhirnya, karena merasa lama tidak mendapatkan ikan juga, temanku tidak sabar untuk kembali ke hotel istirahat mengendurkan otot-otot yang kaku, karena seharian serius di depan laptop. Padahal aku ingin sekali melihat mereka hingga mendapatkan ikan. Semoga mendapatkan ikan banyak dan besar-besar Pak !!!

-jadimaludengandirisendiri-

Read original post at http://m-awang-j.blogspot.com/2008/05/mencari-ikan-untuk-makan-anak.html