19 May 2008 - 01:31:00

Sekarang jam 10:32 malem, baru aja aku selesai makan indomie rebus pedes.
Sebelum itu aku memang pengen makan indomie rebus yang sangat pedes. Aku cek di lemari gantung gak keliatan kalau ada indomie. Aku cek di kotak krupuk juga gak ada krupuk yang aku suka. (Krupuknya warna coklat, bentuk kotak persegi panjang, kadang mekar kadang enggak). Akhirnya aku ambil uang 5 ribu di atas kulkas, lalu pergi ke warung sebelah.

Orang-orang manggil warung itu dengan julukan “Warung Ira”. Itu karena anak nya bernama Ira. Jadi orang-orang kalau manggil ibunya ya Ibu Ira.
Sempat aku tanyakan ke nyonya tentang nama bapak yang punya warung. Dia njawab Bapak Ira. halaaahhh… podo wae hehehe.. :P

Indomie rebus pak satu… yang apa Pak ?… yang spesial saja (karena aku pernah ditawarin indomie spesial sama Pak Ira sebelumnya, jadi ya aku minta yang sama dengan yang aku beli sekitar 1 minggu yang lalu)… apalagi pak ?… krupuk coklat pak, alhamdulillaah ada nich… oh iya Pak, lagi ada… indomie nya berapa pak ?… 1200 Pak, sisanya 3800… oh ya udah, semua buat krupuk Pak… oh iya, ini kreseknya… iya, terima kasih… kembalian 200 nya gak ada pak… oh gak papa, terima kasih pak, Assalaamu’alaykum…

Rebus air, masukin telor, masukin mie, angkat, masukin ke mangkok, aduk hingga rata… cari saos sambel.
Lho… kok abis, perasaan kemarin masih banyak. Dasar emang semua makhluq di rumah suka sambel, jadi ya dah ludes.
Ke warung lagi dengan membawa uang 5000.

Pak, saos sambelnya ada ?… sebentar Pak (aku lihat Pak Ira sedang nyapu)… iya… beli apa pak ?… saos sambel, yang kecil ini berapa ?… 3500 pak… oh, yang besar ?… 7500 pak… ya udah, saya ambil yang kecil saja (secara uangnya cuman 5000 doank)… oh iya pak, ini kembaliannya… terima kasih.

Buka tutupnya dengan menggunakan “big scisor”, dibalik, pencet… croooot crooott croott… wah cukup banyak, insyaAllah pedes. Aku aduk, santap sampe abis. Ehm… nyummi… Kenyaaaaaannnnnnggggg…..

Sore hari sekitar pukul 4, aku bel temenku untuk pesan roti untuk memberikan “surprise” sang kekasih. Karena besok adalah hari ulang tahunnya. Aku ngobrol yang perlu-perlu saja, lalu aku tutup telponnya. Pengennya ngasi’ surprise, lha kok waktu aku tutup telponnya dia ada di belakangku. Huaaaaaaaa… huaaaaaa……

Waktu yang tidak tepat untuk memberikan kejutan. Fuih… tapi gak papa, yang penting dia gak tau apa yang aku pesan dan aku kirimkan ke tempat kerjanya besok.

Aku pesan 1 buah black forest ukuran 24 (istilah pembuatnya) yang insyaAllah bisa dipotong menjadi 24 kue, dan 24 buat cup cake. Sebenarnya aku pesen yang cheese 1, tapi berhubung waktunya tidak ada, pembuat memberikan solusi kue lain. Ya udah, gak papa.

Malam-malam pukul 10 ada sms masuk… “black forest & cup cake 24 buah dengan harga ***.*** …”
Aku pesen kue ini agar maksimal jam 10 pagi sudah ada di tempat kerjanya, karena aku takut nanti kalau misalnya terlalu siang malah mengganggu makan siangnya.

Aku saat ini menunggu-nunggu waktu besok, nanti ceritanya menyusul.

Mau tidur dulu, tapi kayaknya mau mandi dulu dech, karena abis makan indomie pedes jadi kringetan.

-MissSomeOneNear-

Read original post at http://m-awang-j.blogspot.com/2008/05/tomorrow-is-my-dearest-birthday.html



Post a comment
Name: 
Email: 
URL: 
Comments: