Archive for May 29th, 2008

May 29, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 29-05-2008

Sambil ndengerin lagu-lagu lama yang dinyanyikan oleh seorang ibu dan bapak yang tak begitu jauh, sekitar 30 meter, di Lobby sebuah hotel yang aku tempati saat ini, aku membuka-buka foto yang aku punyai di laptop.

Aku ingin sekali menemukan foto-foto yang pernah aku ambil beberapa tahun lalu. Mungkin saja masih tersimpan di laptop butut ku ini.
Direktori demi direktori aku buka, file demi file aku buka, akhirnya aku menemukan foto saat aku sedang berkunjung ke Lombok berdua bersama sang istri, istilahnya HoneyMoon. Gak tau waktu itu adalah HoneyMoon yang ke berapa hehehe…

Aku jadi teringat malam-malam di Lombok saat itu, sepi, gerimis, dingin, lapar. “Wah… enaknya kita makan seafood nich”, lirih istriku. Memang dari awal kita ingin makan malam di luar dengan menu seafood, tapi berhubung hari masih gerimis, jadi berfikir-fikir lagi. Akhirnya kita berdua memutuskan untuk tetap berangkat menuju restoran/warung yang tidak pernah kita rencanakan sebelumnya di mana tempat itu berada.

Untung hotel H*lid*y In* tempat kita menginap menyediakan kendaraan untuk pergi ke luar dari hotel dengan membayar beberapa ribu rupiah saja. Akhirnya kita pergi ke luar dari hotel untuk mencari makan karena kelaparan. Akhirnya lagi, kita sampai di tempat yang kita inginkan.

Sang sopir mempersilahkan dan memberikan ucapan selamat makan saat kita keluar dari kendaraan hotel itu. “Ini pak dari kami, terima kasih ya pak…”, ucapku ke bapak yang mengendarai mobil tadi. Dengan lari-lari kecil kita menghindari jalan yang masih menggenang sedikit air bekas hujan.

Di depan restoran itu kita dipersilahkan untuk memilih duduk. Sambil melihat kursi kosong di beberapa tempat, akhirnya kita memutuskan untuk duduk di pinggir/tepi sebelah kiri. Beberapa pasang muda-mudi ada yang sudah menikmati seafood yang dihidangkan, dan ada juga yang masih menunggu pesanan yang masih diracik. Bagusnya di sini, semua makanan fresh, alias diracik dan dimasak jika ada request dari pelanggan.

Setelah beberapa saat melihat-lihat menu, akhirnya kita tulis menu yang sangat kita inginkan. Istriku memesan kepiting saus padang, udang, cumi dan cah kangkung, dengan minum jeruk hangat, aku ikut aja hehehe…
Setelah beberapa saat memesan… PET… mati lampu. Nah lho… Istriku masih terlihat karena memang dasarnya berkulit putih dan pake jilbab putih juga. Lha aku… weleh… terpaksa harus tersenyum menyunggingkan gigi terus sampe kering, biar sang istri gak bingung nyari. Puass… puasss… !!! Huh…

Beberapa saat pelayan resto menyalakan beberapa lilin di meja kita.
Wah… romantis bangetttt !!! “Kok bisa ya say… pas banget gitu loch… hihihi…”, selorohku diikuti senyuman cantik sang istri.

Waktu yang ditunggu-tunggu datang. Sesaat sebelum melakukan santap malam, kita bergantian ke wastafel untuk mencuci tangan. Setelah itu… Sikaaaatttttttt !!!
Awalnya aku makan lauk seafood yang praktis-praktis saja, udang dan cumi + kangkung. Setelah itu, kepiting masih lumayan banyak, karena kita pesan 2 porsi dan lumayan montok untuk 1 kepitingnya. Istriku menawarkan untuk membantu menyantap kepiting itu.

Terus terang, aku dari dulu tidak suka makan kepiting. Sebenarnya suka, tapi males. Tidak praktis. Tapi baru kali ini, di Lombok, aku suka dengan kepiting, apalagi yang puwedes. Hingga sekarang aku jadi suka dengan kepiting. Saus padang yang puwedes :D

Setelah menyantap semuanya, dan habis, wuih… kenyang… Alhamdulillaah… Kita bayar dan sangat kaget dengan total dari semua makanan yang kita pesan.
Sesaat mataku dan istriku bertatapan karena tidak percaya dengan total yang akan kita bayarkan. “Bener nich… ” hampir bersamaan kita mengucapkan kata-kata itu. Kita cek lagi… ternyata bener.

Karena masih hujan, akhirnya kita agak bingung akan menggunakan apa untuk kembali ke hotel. Tapi dengan tanggap sang kasir mempersilahkan untuk masuk ke mobil mereka untuk diantar. Alhamdulillaah, dimudahkan lagi oleh 4JJ1. Akhirnya dengan payung yang mereka miliki, kita diantar untuk masuk ke mobil.

Sangat lebat hujan saat itu, dan akhirnya kita sampai juga di depan hotel. Saat akan keluar aku keluarkan beberapa lembar uang untuk transportasi itu. Dengan tegas mereka menolaknya dan bilang “Tidak perlu mas, ini sudah menjadi service kita kok, terima kasih”, kata sang pengantar. “Udah mas, buat bensin”, ucapku sambil memaksa dia untuk menerima uang itu. “Terima kasih sekali lagi…”, katanya sambil menjauh dari kita.

“Ya Allah sayang, baik banget ya. Servicenya top banget. Udah murah, enak, dianterin lagi. Kurang apa coba”, ucapku ke istri sambil berjalan menuju ke dalam hotel. “Iya ya… enak banget, bumbunya pas, pedes, murah, dianter lagi. hebat ya… “, katanya sambil melihat ke aku. “Iya…”.

Akhirnya kita jalan-jalan keliling hotel dulu sebelum masuk ke kamar, untuk melihat sekeliling hotel di malam hari dan hujan lagi hehehe…
Menuju ke kamar… dan…

Selesai ;)

Banjarmasin,
-miss some one there-

Read original post at http://m-awang-j.blogspot.com/2008/05/kepiting-lombok.html



May 29, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 29-05-2008

senja di laren extended
seharian cuman bengong di pabrik. daripada bengong terus, sore hari mutusin ke Laren, Lamongan. nengok progress kawan kawan. ndak rugi ternyata, nemu kayak ginian disanah.
baik kan?

Read original post at http://devie.wordpress.com/2008/05/29/senja-di-laren-extended/



May 29, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 29-05-2008

Duh Eviii, ngasih order susah amat sih, huaaa :(( Aku bikin astroboy yang ke 5 itu baru bisa mirip, yang ke 1 kayak buto ijo, kedua kayak jayen, ketiga dan keempat kepalanya mleot, huahaha… pratice make perfect ya, ayo2 jangan menyerah, belom tentu kita nggak berbakat, cuman mungkin harus nyoba beberapa kali dulu baru keliatan […]

Read original post at http://chefwannabe.wordpress.com/2008/05/29/astro-boy-cupcakes/



May 29, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 29-05-2008

Tips bikin pesenan cake yang hiasannya bikin nangis karna ngerasa saking impossiblenya (huahahha) dan dengan waktu yang sangat terbatas: tidur dulu yang cukup, kondisi harus fit. Kalo waktu mepet, mending bikin topper/hiasan dulu, jadi nanti kalo energi udah abis, udah teler, baru bikin cakenya, kalo buat cakenya kan standar aja, tinggal ngadon, manggang, kipas2 biar […]

Read original post at http://chefwannabe.wordpress.com/2008/05/29/fondant-angel-birthday-cake/



May 29, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 29-05-2008

Jam tanganku menunjukkan pukul 21.15 WIB, berarti sekarang di sini pukul 22.15 WITA, karena aku sedang berada di daerah tengah waktu indonesia.
Saat ini aku berada di Kalimantan, tepatnya di kota Banjarmasin. Kota yang panas dan berdebu. Di sana sini banyak bangunan-bangunan baru yang akan dibangun. Termasuk kota yang sedang berkembang menurutku.

Kemarin sore aku mendarat di sini menggunakan salah satu alat transportasi milik negara (kali…). Aku biasa nyebut alat itu manuk emprit.

Sekitar pukul 17.05 hari Selasa kemarin aku tiba di Bandara Syamsuddin Noor. Hari masih terang. Sepertinya baru selesai diguyur hujan yang tidak begitu lebat, karena permukaan landasan bandara masih basah oleh air hujan.

Alhamdulillaah, sudah agak kering, jadi untuk mendarat, si manuk emprit tidak terlalu ada masalah. Sebelumnya di atas beberapa kali mengalami cuaca buruk, dan si pengemudi manuk emprit beberapa kali mengingatkan agar tetap menggunakan sabuk pengaman agar siap terhadap goncangan.

HP aku nyalakan setelah manuk emprit mendarat dengan sempurna dan parkir. Kling kling… wah.. beberapa sms masuk. Termasuk sms rekan kerja di sini yang memberi tahu bahwa aku dan temanku akan dijemput.
Ok… aku sudah menyimpan nomor dan nama pengemudi. Setelah sampai di pintu keluar aku telpon sang penjemput. Setelah tahu dan keliatan, aku datang ke dia. Langsung meluncur keluar dari bandara.

Aku call rekan kerja di Banjarmasin memastikan mereka sudah pulang atau belum, ternyata belum, jadi aku datang ke kantor dulu untuk say hello.

Akhirnya aku diantar ke salah satu hotel yang letaknya di sebelah sungai besar di Banjarmasin ini.
Sungai ini kalau malam biasanya digunakan oleh beberapa orang untuk memancing. Di situ ada beberapa jenis ikan yang bisa dipancing. Ikan patin, ikan betok, ikan gabus dan ikan lain-lain *tidak termasuk ikan tempe, tahu atau ikan ayam :P

Setelah seharian aku di lobby hotel untuk nge-remote perangkat-perangkat yang memang harus dirubah konfigurasi dan table-routing nya, akhirnya setelah isya’ aku mencari makan di seberang hotel untuk mengisi perut yang sudah tidak mau diajak kompromi. Si Naga sudah teriak-teriak minta disuapin. Setelah selesai makan di salah satu toko penjual fried chicken, aku menuju ke hotel.

Setelah hampir saja sampai di depan lobby hotel, aku teringat cerita temen kalau sungai di depan hotel kalau malam ada yang mancing. Akhirnya aku bersama temanku pergi untuk melihat orang-orang yang sedang mancing.
Ada 2 orang yang sedang memancing. Dua-duanya sudah tua. Menurutku umur mereka sudah di atas 50 tahun.
Salah satu dari mereka sangat cool perangainya. Karena beberapa kali aku bertanya “Sudah dapat ikan Pak ?” untuk pertanyaan pertama tidak dijawab, kedua juga demikian, akhirnya yang ke tiga dijawab dengan gelengan kepala.

Aku memutuskan untuk mendekati orang yang satunya lagi. Dengan pertanyaan yang sama “Sudah dapat ikan Pak ?”.
Sambil membenahi rokoknya yang masih beberapa senti panjangnya, menoleh ke aku dia menjawab. “Belum…”. Wah sepertinya lebih enak diajak ngobrol bapak yang satu ini.

Aku mengutarakan pertanyaan lagi. “Biasanya sampai jam berapa Pak mancingnya ?”. “Sampai jam 2 an”. “Oh… dapat berapa ekor biasanya Pak ?”. “Kadang 1 atau 2 ekor”. Ehm… sunggung sabar orang-orang ini, dari jam 10 malam hingga jam 2 dini hari mereka mempertaruhkan waktu dan tenaga mereka hanya untuk 1-2 ekor ikan. Wow… sunggung luar biasa.

Aku ajukan pertanyaan lagi “Ikan yang didapat besar ya Pak ? untuk dijual atau untuk sendiri ?”. “Kemarin … tadi malam dapat 1 ekor sekitar 2-2.5 kilo, untuk anak-anak makan”. Subhaanallaah… Sungguh mulia engkau Pak Tua. Semoga umurmu memang berkah dan engkau ikhlas dengan ini. Sungguh… tidak semua orang bisa seperti Bapak.

Akhirnya, karena merasa lama tidak mendapatkan ikan juga, temanku tidak sabar untuk kembali ke hotel istirahat mengendurkan otot-otot yang kaku, karena seharian serius di depan laptop. Padahal aku ingin sekali melihat mereka hingga mendapatkan ikan. Semoga mendapatkan ikan banyak dan besar-besar Pak !!!

-jadimaludengandirisendiri-

Read original post at http://m-awang-j.blogspot.com/2008/05/mencari-ikan-untuk-makan-anak.html