|
29 May 2008 - 23:25:00
Sambil ndengerin lagu-lagu lama yang dinyanyikan oleh seorang ibu dan bapak yang tak begitu jauh, sekitar 30 meter, di Lobby sebuah hotel yang aku tempati saat ini, aku membuka-buka foto yang aku punyai di laptop. Aku ingin sekali menemukan foto-foto yang pernah aku ambil beberapa tahun lalu. Mungkin saja masih tersimpan di laptop butut ku ini.
Untung hotel H*lid*y In* tempat kita menginap menyediakan kendaraan untuk pergi ke luar dari hotel dengan membayar beberapa ribu rupiah saja. Akhirnya kita pergi ke luar dari hotel untuk mencari makan karena kelaparan. Akhirnya lagi, kita sampai di tempat yang kita inginkan. Sang sopir mempersilahkan dan memberikan ucapan selamat makan saat kita keluar dari kendaraan hotel itu. “Ini pak dari kami, terima kasih ya pak…”, ucapku ke bapak yang mengendarai mobil tadi. Dengan lari-lari kecil kita menghindari jalan yang masih menggenang sedikit air bekas hujan. Di depan restoran itu kita dipersilahkan untuk memilih duduk. Sambil melihat kursi kosong di beberapa tempat, akhirnya kita memutuskan untuk duduk di pinggir/tepi sebelah kiri. Beberapa pasang muda-mudi ada yang sudah menikmati seafood yang dihidangkan, dan ada juga yang masih menunggu pesanan yang masih diracik. Bagusnya di sini, semua makanan fresh, alias diracik dan dimasak jika ada request dari pelanggan. Setelah beberapa saat melihat-lihat menu, akhirnya kita tulis menu yang sangat kita inginkan. Istriku memesan kepiting saus padang, udang, cumi dan cah kangkung, dengan minum jeruk hangat, aku ikut aja hehehe… Beberapa saat pelayan resto menyalakan beberapa lilin di meja kita. Terus terang, aku dari dulu tidak suka makan kepiting. Sebenarnya suka, tapi males. Tidak praktis. Tapi baru kali ini, di Lombok, aku suka dengan kepiting, apalagi yang puwedes. Hingga sekarang aku jadi suka dengan kepiting. Saus padang yang puwedes Setelah menyantap semuanya, dan habis, wuih… kenyang… Alhamdulillaah… Kita bayar dan sangat kaget dengan total dari semua makanan yang kita pesan.
Sangat lebat hujan saat itu, dan akhirnya kita sampai juga di depan hotel. Saat akan keluar aku keluarkan beberapa lembar uang untuk transportasi itu. Dengan tegas mereka menolaknya dan bilang “Tidak perlu mas, ini sudah menjadi service kita kok, terima kasih”, kata sang pengantar. “Udah mas, buat bensin”, ucapku sambil memaksa dia untuk menerima uang itu. “Terima kasih sekali lagi…”, katanya sambil menjauh dari kita. “Ya Allah sayang, baik banget ya. Servicenya top banget. Udah murah, enak, dianterin lagi. Kurang apa coba”, ucapku ke istri sambil berjalan menuju ke dalam hotel. “Iya ya… enak banget, bumbunya pas, pedes, murah, dianter lagi. hebat ya… “, katanya sambil melihat ke aku. “Iya…”. Akhirnya kita jalan-jalan keliling hotel dulu sebelum masuk ke kamar, untuk melihat sekeliling hotel di malam hari dan hujan lagi hehehe… Selesai Banjarmasin, Read original post at http://m-awang-j.blogspot.com/2008/05/kepiting-lombok.html Post a comment
|
|