|
29 May 2008 - 01:04:00
Jam tanganku menunjukkan pukul 21.15 WIB, berarti sekarang di sini pukul 22.15 WITA, karena aku sedang berada di daerah tengah waktu indonesia. Kemarin sore aku mendarat di sini menggunakan salah satu alat transportasi milik negara (kali…). Aku biasa nyebut alat itu manuk emprit. Sekitar pukul 17.05 hari Selasa kemarin aku tiba di Bandara Syamsuddin Noor. Hari masih terang. Sepertinya baru selesai diguyur hujan yang tidak begitu lebat, karena permukaan landasan bandara masih basah oleh air hujan. Alhamdulillaah, sudah agak kering, jadi untuk mendarat, si manuk emprit tidak terlalu ada masalah. Sebelumnya di atas beberapa kali mengalami cuaca buruk, dan si pengemudi manuk emprit beberapa kali mengingatkan agar tetap menggunakan sabuk pengaman agar siap terhadap goncangan. HP aku nyalakan setelah manuk emprit mendarat dengan sempurna dan parkir. Kling kling… wah.. beberapa sms masuk. Termasuk sms rekan kerja di sini yang memberi tahu bahwa aku dan temanku akan dijemput. Aku call rekan kerja di Banjarmasin memastikan mereka sudah pulang atau belum, ternyata belum, jadi aku datang ke kantor dulu untuk say hello. Akhirnya aku diantar ke salah satu hotel yang letaknya di sebelah sungai besar di Banjarmasin ini. Setelah seharian aku di lobby hotel untuk nge-remote perangkat-perangkat yang memang harus dirubah konfigurasi dan table-routing nya, akhirnya setelah isya’ aku mencari makan di seberang hotel untuk mengisi perut yang sudah tidak mau diajak kompromi. Si Naga sudah teriak-teriak minta disuapin. Setelah selesai makan di salah satu toko penjual fried chicken, aku menuju ke hotel. Setelah hampir saja sampai di depan lobby hotel, aku teringat cerita temen kalau sungai di depan hotel kalau malam ada yang mancing. Akhirnya aku bersama temanku pergi untuk melihat orang-orang yang sedang mancing.
Aku mengutarakan pertanyaan lagi. “Biasanya sampai jam berapa Pak mancingnya ?”. “Sampai jam 2 an”. “Oh… dapat berapa ekor biasanya Pak ?”. “Kadang 1 atau 2 ekor”. Ehm… sunggung sabar orang-orang ini, dari jam 10 malam hingga jam 2 dini hari mereka mempertaruhkan waktu dan tenaga mereka hanya untuk 1-2 ekor ikan. Wow… sunggung luar biasa. Aku ajukan pertanyaan lagi “Ikan yang didapat besar ya Pak ? untuk dijual atau untuk sendiri ?”. “Kemarin … tadi malam dapat 1 ekor sekitar 2-2.5 kilo, untuk anak-anak makan”. Subhaanallaah… Sungguh mulia engkau Pak Tua. Semoga umurmu memang berkah dan engkau ikhlas dengan ini. Sungguh… tidak semua orang bisa seperti Bapak. Akhirnya, karena merasa lama tidak mendapatkan ikan juga, temanku tidak sabar untuk kembali ke hotel istirahat mengendurkan otot-otot yang kaku, karena seharian serius di depan laptop. Padahal aku ingin sekali melihat mereka hingga mendapatkan ikan. Semoga mendapatkan ikan banyak dan besar-besar Pak !!! -jadimaludengandirisendiri- Read original post at http://m-awang-j.blogspot.com/2008/05/mencari-ikan-untuk-makan-anak.html Post a comment
|
|