01 June 2008 - 21:21:00


Aku lupa kalau hari ini, Minggu tanggal 1 Mei 2008 ada acara yang sangat aku senengin, acara yang aku tunggu-tunggu tiap minggunya. Pukul 17:00 adalah acara MotoGP di ESPN atau StarSport disiarkan secara langsung, kebetulan stasiun local Trans7 juga menyiarkan acara ini.

Aku saat ini ada di Kota Pahlawan, yang tadi malam mengadakan acara ulang tahunnya yg ke 715, jadi masih anget-angetnya. Daripada bete, aku pikir mendingan aku nyari tas laptop yang kecil yang bisa ditenteng ke mana-mana, karena aku sering berkelana tidak membawa tas laptop yang aku rasa agak besar dan berat.

Lalu aku pergi ke salah satu mall di kota ini, yang katanya menjadi mall terbesar di kota Pahlawan ini, karena 3-4 mall digabung menjadi 1. Tunjungan Plaza Mall.

Pertama aku cek ke toko yang jual bermacam-macam tas. Ada beberapa macam tas laptop yang ditawarkan, tapi tidak ada yang sesuai dengan yang aku cari. Yang kecil dan simple. Akhirnya aku memutuskan mencari di toko lain yang berada di lantai yang sama juga.
Aku lihat ada toko khusus E*g*r product. Aku menuju ke toko itu, aku berfikir mungkin saja ada tas yang dimiliki adikku Dhian. Dhian adalah adik dari pacar, kekasih dan istri tercinta. Kebetulan dia baru beli laptop dan tasnya sekalian. Dan waktu aku lihat tasnya bagus dan ada cover/tas kecil yang bisa diambil dari tas laptopnya untuk dibawa ke mana-mana. Dengan tas ini, tambah praktis aja kalau kita mau bawa laptop.

Akhirnya aku masuk ke toko itu dan milih-milih tas yang aku cari. Aku tanyakan ke pegawainya, mereka bilang “Tidak ada mas, cuman yang dipajang aja, dan tidak ada model seperti itu”. Wah… susah ya. Kemudian aku pindah ke toko sebelahnya B*d*P*ck. Aku cek tas yang aku inginkan, ternyata ada. Tapi masih belum sesuai dengan yang aku inginkan, terlalu besar. Kalau ini mah sama seperti yang aku punyai sekarang, pikirku.

Setelah tanya-tanya lagi, mereka menawarkan 1 tas kecil yang cukup untuk laptop ukuran 14″. Setelah aku lihat model dan dalamnya, wah… lucu juga pikirku. Aku cek semua bagiannya, akhirnya DEAL. Aku bayar pake’ cara gesek alias utang hehehe…

Setelah itu aku menuju kafe milik PT T*l*om yang menyediakan WiFi gratis untuk mengakses dunia maya. Wah, enak juga kayaknya, dari pada bete, mending buka internet, browsing sambil minum jus Strawberry. Ehm…

Baru beberapa saat aku duduk untuk browsing dan memesan minuman, ada 2 orang datang nimbrung di meja yang aku tempati. “Kosong mas ?”, tanya dia. “Silahkan mas, kosong kok.”, jawabku. Langsung 2 orang pria itu duduk dan membuka tas yang mereka bawa. Masing-masing mengeluarkan makhluq yang namanya laptop atau biasa dijulukin orang-orang jawa notbuk (NoteBook:Red).

Sesaat setelah itu seorang wanita datang dengan pakaian yang menarik. Dia menggunakan baju lengan 3/4 dan rok yang agak pendek, tapi masih sopan. Datang dengan menu di tangan kiri dan pulpen beserta note kecil untuk mencatat pesanan pelanggan di tangan kanan.

“Pesan apa Pak ?”, tanya sang waitress ke 2 orang di depanku. Yang satu pesan cappucino dan yang satu lagi pesan teh “standar”. “Maksudnya teh standar Pak ?”, tanya sang waitress lagi. “Itu lho, yang gak aneh-aneh, rasa, model, bentuk seperti teh biasa”. “Oh, teh biasa aja ya Pak maksudnya”. “Iya…”, jawabnya lagi. “Snack nya pak ?”, tanya sang waitress lagi. Satu orang yang lain lagi melihat menu yang aku pesan. Tapi saat itu aku lagi kenyang, jadi tidak memesan snack. “Nanti saja dech mbak.”, jawab orang itu. “Ok, 1 cappucino dan 1 teh hangat ya Pak.”, tanya pelayan, “Iya…”, jawab mereka berdua serentak.

Akhirnya sang waitress pergi meninggalkan mereka. Sekitar 5 menit an wanita yang lain datang dengan menu yang dipesan oleh 2 orang di depanku. Ada beberapa gelas di sana. 1 gelas isi cappucino, 1 gelas teh hangat dan 1 cangkir gula cair (gula + air yang sudah diaduk untuk tambahan jika minuman kurang manis). Salah satu gelas itu terdapat 1 slongsong kayu manis. Bentuknya seperti “opak”.

Orang yang berada tepat di depanku yang pesan minuman yang terdapat “opak”nya, setelah dia mengaduk gelasnya menggunakan “opak” itu, tiba-tiba dia masukkan ke dalam mulutnya dan digigitnya “opak” itu. “Kletak.. kletak…”, suara dari gigitannya. Dia gigit lagi…”kletak… kletak…”. Belum pecah juga “opak” yang digigitnya. Dengan usaha yang lebih keras akhirnya dia gigit lagi “opak” itu. “Kletak… kletak… kletak…”, bunyi gigitan itu lagi. Lalu dia bersuara. “Kok atos yo… susah e rek opak iki dicokot”, “Lho… lapo koen cokot iku, emang iku koen kiro opo”. “Lho… iki lak opak tah…”. “Ngawur ae… koen iku, iku ngono kayu, lapo koen cakot”. “Lho… iyo tah, lha ket mau gak ngomong awakmu”. “Lha awakmu gak takok”. “Lha pekerku iki mau opak”. “Koen iku … isin sisini aku ae”. “Hehehe… pekerku mau opak, tak cokot bolak balik kok gak pecah-pecah, tibakne kayu… huahahaha… isin aku rek”, seloroh dia sambil melihat aku. Aku pura-pura tidak melihatnya. Tapi dalam hatiku… kwakakakakakaka… oalah…
Dari tadi aku lihat dia gigit-gigit kayu manis itu pikirku emang mau dipecah in buat apa gitu. Tibaknya dikira opak. huahauhahahahaha…

Oalah…

-malubertanyamalu_maluin-

Read original post at http://m-awang-j.blogspot.com/2008/06/opak-kayu-manis.html



Post a comment
Name: 
Email: 
URL: 
Comments: 

Warning: MagpieRSS: Failed to parse RSS file. (not well-formed (invalid token) at line 287, column 1065) in /home/wikusama/public_html/wp-content/plugins/wp-autoblog/rss_fetch.inc on line 237