Archive for June 8th, 2008

June 08, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 08-06-2008

Beberapa saat setelah jam pulang kantor pukul 16:30 pm, aku menunggu sang istri sebentar untuk menyelesaikan tugasnya. Setelah 1 jam 10 menit aku menunggu, kita berdua berangkat ke Gambir untuk pulang dengan kereta express Kota-Depok.

10 menit perjalanan dari kantor ke Gambir, naek kendaraan roda 3 yang diimport dari kota bintang pelm Amita Bachan. India. Bajaj namanya. Dia adalah salah satu makhluq yang sering disumpah serapah oleh banyak orang, terutama pengendara mobil dan yang ke 2 adalah pengendara motor. Itu semua dikarenakan sifatnya yang sangat arogan. Belok kanan atau kiripun hanya Tuhan dan dia yang tahu. Kadang mungkin sang sopir sendiri nggak tahu dia mau belok ke mana qiqiqiqiqiqiqi…

Udahlah, kita gak usah bahas bajaj, kita lanjutkan ke perjalanan menuju Depok.
Dari kantor keluar lewat pintu belakang, ada 2 bajaj yang mangkal di situ.
“Ke Gambir mas… berapa ?”
“10 ribu mas…”
“Halah mas… biasane lho mek limangewu, kok dadi 10 ewu, pitungewu wes”
“Wolu ae mas…”
“Gak… pitungewu ae, wes cukup”
“Masuk gak mas ?”
“Gak usah, nang njobo ae”
“Yo wes mas”
Sampai Stasiun Gambir pukul 17:50 pm.
“Iki mas, suwun ya…”
“Iyo mas… “
Langsung menuju loket tiket. Beberapa orang ngantri di loket. Aku ambil uang 20 ribuan di kantong.
“2 tiket mas, Depok…”
Tanpa kata-kata sang petugas mengambil 2 tiket dan mengembalikan uang 2000 rupiah.
“Sudah dateng mas keretanya ?”
“Di Kota mas…”
“Oh… terima kasih”
Berarti sebentar lagi kereta akan sampe gambir yang sebelumnya melewati stasiun juanda terlebih dahulu.

Berjalan melewati eskalator dari pintu sisi selatan menuju ke lantai 2. Melanjutkan perjalanan lagi dengan eskalator berikutnya dari lantai 2 ke lantai 3. Menunggu beberapa saat. Kereta datang…
Alhamdulillaah, tidak terlalu ramai. Di pintu tempat aku masuk, ada beberapa kursi yang kosong. langsung duduk di samping kiri sang kekasih. Ada beberapa orang yang berdiri dan duduk di bawah. Yang duduk di bawah lebih memilih sebelah kiri dari arah kereta melaju. Karena di sisi itu pintu tidak digunakan untuk keluar masuk penumpang.

35 menit perjalanan hingga stasiun Depok Baru. Keluar dari kereta menuju ke lorong bawah tanah. Jembatan bawah tanah yang menghubungkan antara sisi barat dan sisi timur. Menuju ke ITC untuk melakukan sholat maghrib. Wah, waktu maghrib bentar lagi dah habis. Harus mempercepat langkah untuk menuju masjid ITC.

Setelah melakukan sholat maghrib, langsung menuju tempat yang memang sudah direncanakan untuk dikunjungi. Toko S*m***ra, salah satu toko perhiasan di ITC yang banyak pengunjungnya.
Memilih gelang yang menurut dia menarik, baik itu bentuk atau harga hehehe…
Seteleh sekitar 1 jam, akhirnya terpilih 1 gelang yang berbentuk kupu-kupu yang dirangkai. Satu sisi berwarna putih, yang satu sisi berwarna kuning emas. Berhubung sang ratu tidak suka dengan warna kuning emasnya, akhirnya dia minta untuk disepuh dia minta agar warna kuningnya seperti kuning emas yang diinginkan.

“Bisa nggak uda dijadikan kuninng emas seperti ini ?”, sambil menunjukkan contoh kuning emas gelang lain yang dia bawa.
“Bisa, tapi harus besok diambilnya kalau memang warna putihnya harus tetep dipertahankan putih”, kata sang pelayan toko. Dipanggil uda karena dia berasal dari Padang.
“Ya udah, aku pengen yang putih tetep putih, nggak papa kok nginep”, lanjut istriku.
“Besok habis sore ya diambilnya sekitar jam 4, soalnya takut lama…”
“Oh, gak papa. Aku paling sampe sini maghrib atau isya’”
“Wah… bagus dech, biar nggak keburu-buru juga”
“Ok… “

Akhirnya transaksi selesai, buat nota/bon sementara karena sang gelang masih harus disimpen di toko itu untuk dibawa ke “bengkel”. Setelah itu aku lihat-lihat cincin yang dipajang di situ. Beberapa cincin sudah aku lihat dan pegang untuk dilihat dan dicek. Ahirnya ada cincin yang tidak biasa digunakan orang atau dengan kata lain cincin yang tidak lazim. Bentuknya bunga (seperti bunga mawar) 2 buah. Saling berhubungan satu dengan yang lain. Ada juga 2 tangkai daun yang setiap daunnya ada batu matanya, nggak tau dari apa. Dari pecahan gelas apa pecahan piring atau bisa juga pecahan kaca :P
“Coba lihat cincin itu uda…”
“Yang mana ? Ini ?”, sambil tangannya masuk ke etalase kaca dan jarinya menunjuk pada satu cincin.
“Bukan… yang sebelahnya, yang bunga”
“Oh ini…”, dengan mengambil cincin dan mengeluarkan dari etalase.
Aku lihat dan aku cek. Lalu aku raih tangan kanan istriku. Aku masukkan ke jari tengah tangan kanan dia. Cukup pikirku.
Dengan agak bingung dia bilang, “Emang buat siapa mas cincin ini ? Buat ummah ?”
“Bukan… “, sahutku
“Trus buat siapa ? Yunin ?”
“Bukan…”
“Trus buat siapa ?”
“Ada dech… mau tau aja”
“Kok jari ade’ dipake contoh ?”
“Hehehe… emang gak boleh ya”
“Boleh aja… tapi buat siapa ? Buat ade’ ya..”, sambil senyum tersungging penuh dengan tanda tanya.
“Iya…”, jawabku dengan senyum.
“Bener ?”
“He eh…”
“Serius ?”
“Ya eyalah… masa’ ya eya donk”
Dengan senyum yang menambah dia semakin cantik dia bilang “Terima kasih sayangku, mas kok baik banget sich”
“Semoga sayangku senang dan bahagia”
Sambil berkaca-kaca dia bilang “I Love You”
“I do Love You…”

-dilantai2gubukkeindahan-

Read original post at http://m-awang-j.blogspot.com/2008/06/hadiah-untuk-bidadariku.html



June 08, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 08-06-2008

Dah bulan Juni 2008, nggak kerasa dah 3 bulan vakum dari dunia blogging, rasanya ada yang ngganjel gitu hehehehe, banyak juga sebenarnya kejadian yang patut untuk diblog mulai dari kasus naeknya BBM, demo mahasiswa, Barrack “anak menteng” Obama yang lolos sebagai capres USA dari partai Demokrat, perseteruan antara FPI dan aliansi kebangsaan dan kasus Ahmadiyah, […]

Read original post at http://b8189uv.wordpress.com/2008/06/08/im-back/



June 08, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 08-06-2008

Dah bulan Juni 2008, nggak kerasa dah 3 bulan vakum dari dunia blogging, rasanya ada yang ngganjel gitu hehehehe, banyak juga sebenarnya kejadian yang patut untuk diblog mulai dari kasus naeknya BBM, demo mahasiswa, Barrack “anak menteng” Obama yang lolos sebagai capres USA dari partai Demokrat, perseteruan antara FPI dan aliansi kebangsaan dan kasus Ahmadiyah, […]

Read original post at http://b8189uv.wordpress.com/2008/06/08/im-back/



June 08, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 08-06-2008

After reading this piece by Paul Krugman, Bits, Bands and Books. What do I need to say? He just loved the Amazon Kindle, an ebook reader he just bought. Yes, Krugman, Kindle is a kind of revolution isn’t it?

He started his piece about how the internet bubble emerged in the 90s, said that the bubble produced what he called “were better at promoting their images than at making money”. Then he goes to the topic of digital revolution, which eventually came into conclusion (I guess) after he bought the Amazon Kindle, a more interesting way to read books. Let’s say it go green, less paper. More than that, he mentioned the “distribute intellectual property free in order to sell services and relationships.”, a thought from Esther Dyson.

Well said. The good example of the Grateful Dead. Or bands can convert airplay and YouTube views into financial success indirectly. And thanks to him mentioning the Rolling Stone’s Rock’s New Economy: Making Money When CDs Don’t Sell, and some business explanations describe this kind of revolution very well. And what he said,

Books may end up serving mainly as promotional material for authors’ other activities, such as live readings with paid admission.

I’ve heard same voices before about how newspaper will end up when internet publishing is coming. But? We need to heard more than this, it sound not quite good example.

This thinking is of free is much alike Chris Anderson‘s article Free! Why $0.00 Is the Future of Business, originally published on Wired, May 2008 and soon become a book, about why freeing products or services is the future of business.

Finally, I came into conclusion that books and bands definitely the future of digital revolution, as it already begun now.

Have a nice weekend!

Read original post at http://arifwidi.com/2008/06/07/book-bits-and-band-bits



June 08, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 08-06-2008

Ajaxian audio interview with 280 North on Objective-J and Cappuccino. Objective-J is the language that takes JavaScript and makes it Objective (as Obj-C did to C). Cappuccino is the port of the Cocoa framework.

The guys talk a little about the toolchain an why they did this, and even how it enables future cool things such as generating a native Mac application from the same code.

We also get into the fun cross browser issues that they work around, and how they are abstracting developers high up, so you don’t have to deal with these issues.

Sound interesting.

Read original post at http://arifwidi.com/2008/06/07/an-interview-with-280-north-on-objective-j-and-cappuccino



June 08, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 08-06-2008

Meet the 9 most racist Disney Characters, according to cracked.

These old Disney movies are a little bit like your aging Uncle Frank. Honestly, he means well when he points out that Will Smith is “well-spoken.” It’s just that he, like the assemblage of clips below, dates from a time when people were unfairly characterized by their ethnic background (the acceptable methods are, of course, religion, geography, sexual preference and income).

Read original post at http://arifwidi.com/2008/06/07/the-9-most-racist-disney-characters



June 08, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 08-06-2008

Siapa bilang samba itu khas brazil? buktinya di sini ada samba terasi.. samba goreng ati :P.

Bismillah, kita mulai buat sambal..

# cd /usr/ports/net/samba
# make install clean
# cd /usr/ports/security/samba-vscan (saya pakai clamd)
# make install clean

File konfigurasi samba ada di /usr/local/etc/smb.conf
Mari kita edit file konfigurasinya :

log file = /var/log/samba/log.%m
log file = /var/log/Samba-%m.log

[global]
workgroup = grupkerjo
security = share
server string = Data Server
#local master = yes
#os level = 65
#domain master = yes
#preferred master = yes
#null passwords = no
#hide unreadable = yes
hide dot files = yes

[data]
comment = Iki loh mek komentar, gak ngaruh opo².. sumpah!
browseable = yes
writable = yes
path = /data/home/
security = USER
encrypt passwords = yes
smb passwd file = /usr/local/etc/samba/smbpasswd
username map = /etc/passwd

[umum]
comment = %h Shared Public Directory
path = /data/umum/
force directory mode = 0777
force create mode = 0777
force group = nobody
force user = nobody
public = yes
writeable = yes
read only = no
vfs object = vscan-clamav
vscan-kavp: config-file = /usr/local/etc/samba-vscan/vscan-clamav.conf

Ket :
Jika kita mengakses server samba, anggap saja ipnya 10.11.12.13, maka akan ada 2 folder yaitu data dan umum. Untuk umum bisa diakses tanpa ada login, sedangkan u folder data akan muncul login.

Cara create login adalah dgn adduser di OS, misalkan usernamenya runia.
Lanjutkan dengan create login tsb u/ samba.
# smbpasswd -a runia

Nahh.. selanjutnya adalah pengalaman yg simple tapi sebel :))
Ceritanya, dari windows itu kalau mau ngakses ke folder samba yg kita kasih password kan usernamenya selalu default dgn login sewaktu kita masuk windows..(biasanya sih Guest).

Untuk meyiasatinya, akses folder kita - klik kanan - map work drive. NAH! klik pada pilihan “login as different user”. Masukkan login kita, misal runia disertai passwordnya…

Selamat mencoba.. dan selamat tidur.. aku ngantukk

Read original post at http://runia2001.blogspot.com/2008/03/samba-tidak-hanya-di-brazil-p.html




Warning: MagpieRSS: Failed to parse RSS file. (xml declaration not at start of external entity at line 2, column 0) in /home/wikusama/public_html/wp-content/plugins/wp-autoblog/rss_fetch.inc on line 237

Warning: MagpieRSS: Failed to parse RSS file. (not well-formed (invalid token) at line 259, column 1065) in /home/wikusama/public_html/wp-content/plugins/wp-autoblog/rss_fetch.inc on line 237