12 June 2008 - 13:47:00

Akhirnya, bisa nulis Blog lagi. Soalnya minggu-minggu ini jadi orang sok sibuk hehehe…

Dah beres-beres barang dari jam 8 pagi WITA waktu tempat di mana aku sekarang masih nulis ini, jadi masih jam 7 pagi waktu jakarta alias Waktu Indonesia Barat.

Barang-barang dah beres 15 menit setelah itu. Nyalain kran di atas bath-up. Nyetting air supaya tidak terlalu panas atau tidak juga terlalu dingin. Yang “nyemmek-nyemmek” aja, opo yo artine iki. Kalau ada yang tahu komentar dunk, bias bisa diedit, xixixixixi…

Beberapa menit bath-up hampir penuh. Tiba-tiba lagu sang Padi mengalun “Langit masih terbalut mendung hitam, masih kudengar …”, aku lihat telpon, aku angkat dengan menekan tulisan accept di layar handphone. Beberapa menit bicara, lalu menuju kamar mandi untuk berendam air hangat.

Nyessss… ehm… enaknya. Ya Allah, kenikmatan ini sudah tidak pernah aku dapatkan lagi. Sudah lama sekali tidak berendem di bath-up, terakhir pada awal tahun ini saat aku sama sang “CINTA” jalan-jalan ke tempat yang ada MRT-nya ^_^

Beberapa menit berendam, akhirnya berdiri dan meneruskan dengan mandi plus “kramas”, karena tadi malam aku tidak mandi hehehe, ketauan dech. Aku hampir tiap hari kalau mandi ya kramas, karena ngerasa gerah aja bawaannya kalau gak kramas.

Setelah beres dan rapi, aku call temenku yang sekarang tinggal di kota angin mamiri ini. Tut tut… tut tut…
“Halo Mas…”, jawab suara di sana.
“Yok opo Bro, entuk gak mobil ?”
“Iyo mas… drive-e wes meluncur nang Hotel, Pak Lucas jenenge”
“Ok, suwun banget ya Nggan, sepurane lek ngerepoti”
“Sip mas, gak papa”
“Ok, aku tak siap-siap mudun”

Setelah menunggu sebentar sambil nonton Pelm “Double Jeopardy”, yang sebenarnya aku sudah beberapa kali nonton, tapi tetep asyik pelmnya ditonton, ada telepon masuk. Wah pasti ini sang driver.

“Halo Pak, saya sudah dekat dengan Hotel Pak”
“Ok Pak Lucas, saya turun sekarang, check out dulu”
“Iya Pak…”

Turun dengan 2 tas, 1 dicangklong 1 lagi ditenteng. Dari lantai 9 turun ke lantai “L” alias Lobby (kaleee…), langsung menuju Receptionist.

“Bisa dibantu Pak”, sapa petugas lembut.
“Saya mau check-out mbak”
“Oh iya, dari kamar berapa ?”
“Kamar 90*”
“Oh iya…”
“Ada minibar Pak ?”
“Oh, enggak mbak”
“Oh iya, kok pulangnya dipercepat ?”
“Iya, harus sampe Jakarta hari ini, ada perlu mendadak”
“Oh…” sambil nunggu beberapa saat dia nge-print room-bill nya “Tanda tangan di sini saja Pak”
“Ok, itu saja ?”
“Iya, terima kasih Pak”
“Sama-sama…” sambil menuju pintu keluar karena sudah ada Ford Ranger yang menunggu di depan pintu.

Aku buka pintu si Ranger, “Pagi Pak Lucas” sapaku
“Pagi Pak, sendirian Pak ?”
“Iya… wah… kesampaian dech naek Ranger, soalnya pengen ngerasain gimana sich rasanya”
“Oh gitu ya Pak… “
“Iya…”
Sambil meluncur ke Bandara Hassanuddin kita ngobrol beberapa topik, ada yang seru ada yang biasa saja hanya untuk mengurangi ketegangan aja.

Setelah sampai, aku salami Pak Lucas dan mengucapkan terima kasih banyak. Dia dengan senyum dan bilang terima kasih juga, lalu meluncur balik ke kantor.
Fuihhh… akhirnya. Alhamdulillaah dah sampe Bandara.

Check-in, menuju petugas. Lho… kok sepertinya petugasnya bingung gitu. Yang ke mana Pak ? tanya dia. Ke Jakarta Mbak. Oh… sini Pak, jawab dia lagi. Tunggu sebentar ya Pak.
Setelah kembali dia minta tiket elektronik yang aku bawa, sekalian id (KTP). Gak ada delay kan Mbak ? tanyaku. Maaf Pak, ada delay 1 jam, pesawatnya terlambat berangkat dari Biak Jayapura. Waduh… pikirku dalam hati. Ya udah, moga ini menjadi yang terbaik pikirku lagi.

Masuk, bayar airport tax + donasi, langsung menuju ke Executive Lounge. Ada 3 buah, aku pilih yang tengah. Setelah melihat-lihat ke dalam, akhirnya aku kembali lagi dan batal untuk masuk. Itu karena banyak sekali asap rokok di dalam. Tidak ada ruangan tersendiri yang digunakan untuk orang merokok. Huh…

-Semogasampaitujuanselamatdanpenuhrahmat&berkah-

Read original post at http://m-awang-j.blogspot.com/2008/06/sambil-menunggu-delay.html



Post a comment
Name: 
Email: 
URL: 
Comments: