Archive for June, 2008

June 25, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 25-06-2008

kata orang, niat baik itu kalopun tidak dilakukan, cuman berhenti sampai niat saja, sudah dapat pahala 1. namun, sejauh ini, saya belum pernah dengar berapa pahala orang yang punya niat baik, tapi niat baik itu dilakukan dengan cara yang salah. apakah pahala 1 yang telah didapat itu akhirnya terbayar dengan dengan dosa yang lebih besar?
niat […]

Read original post at http://devie.wordpress.com/2008/06/25/niat-baik/



June 25, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 25-06-2008

I’ve run this blog from the first time with the gut that my English is pathetic. Why the heck I write this blog in English? Truth is, I want to learn it while doing the thing I like, which is blogging. I found interesting things everyday on my life, whether in works or fun. And I want to share it. The best way to share to every people in the world, you guess it, in English. Feel sorry, of course. But, nothing can block you to share something. May be some folks like you just smiled at me, and willing to correct me. Like some of you did, previously. And thank you very much.

The trouble with someone who are never educated properly like me is, you tend to make everything easy. That was huge mistake of course. So I think by today I should

So here is today’s revelation. I remember I had two great books on my bookshelf. They are: The Oxford Essential Guide to Writing and A Practical English Grammar.

Read original post at http://arifwidi.com/2008/06/25/english-revelation



June 25, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 25-06-2008

30 Mei 2008, hari terakhir aku berada di tempat lama karena besoknya aku harus sudah mulai berada di “planet mars” (baca: It’s not my world). Selepas sholat Jum’at, aku bergegas kembali ke ruangan untuk berkemas. Siap-siap pulanggggggggg …. secara SK juga udah di tangan.
Ritual perpisahan pun dilakukan … bla … bla … bla …
Orang terakhir […]

Read original post at http://darudoank.org/?p=35



June 25, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 25-06-2008

Hoaaaammm… belom tidur, udah pagi lagi. Baru kemaren pidato soal jangan begadang, lha ini begadang lagi, xixixi… Untung ada mami, tapi nanti sore juga mami udah pulang lagi, huhuuu, merana lagiiii… 
Minggu ini, nabuuung mulu, menghias tabung maksudnya, wakakaka…. 
Ini kue hari ini, tema WinX, cake dan cupcakesnya pesanan dari mbak Dyah di Casablanca. Thanks Ina Larizz […]

Read original post at http://chefwannabe.wordpress.com/2008/06/25/winx-cake-cupcakes/



June 25, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 25-06-2008

And, I think you must read this piece I found out at Zeldman, The Vanishing Personal Site

Have a nice day! #

Read original post at http://arifwidi.com/2008/06/24/links-for-2008-06-25



June 24, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 24-06-2008

Pas kumpul” di Malang kemaren ketemu sama temen” lama, seperti waktu saat masih skull dulu klo manggil nama temen kebanyakan manggil nama panggilannya/nama beken. Kadang” sampai seringnya manggil temen kita ini dengan nama bekennya maka gak terasa lupa akan nama aslinya. Nah pas saat itu kepikiran deh kalau temen” semua yang nimbrung disini yang punya nama beken pas skull dulu untuk menuliskan sejarah kenapa kok sampai bisa menyandang nama beken tersebut.

Example:
Anton Ellyas P. a.k.a Komenk,Romeng :

- Diambil dari nama Saiful Haqi ankatan 10 yang nama bekennya komeng. Mempunyai kemiripan wajah sehingga nama asli/panggilan Anton di ganti dengan nama beken komeng. Ada juga yang manggil Romeng ( diambil dr singkatan Rodok Mengong) gk taulah anak” pojok manggilnya seperti itu.

Read original post at http://studiosewelas.net/?p=64



June 24, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 24-06-2008

Pesanan hari ini… Internetnya udah over gak karu2an, wakakkaa… 
Thank you mbak Tami pesanannya yaa… Minta design warna orange buat mamanya yang ultah ke 47 karna sang mama suka banget warna orange, aku sarankan pake ganache aja, kalo buttercream lebih cocok buat anak2
Hiasannya jeruk mandarin sama coklat putih yang dimotif marmer trus dicetak pake […]

Read original post at http://chefwannabe.wordpress.com/2008/06/24/chocolate-orange-cupcakes/



June 23, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 23-06-2008

Kisah lanjutan dari Fiktif: Atas Nama Cinta

Satu tahun sudah sejak kepergian Arga, kenangan tentangnya tak pernah hilang dan kisah bersamanya tak pernah terhapus. Usaha keras Nadia untuk mencintai Rendy selama ini tak pernah berhasil, semakin dia berusaha yang ada hanya hampa yang terus mengalir mengisi relung hatinya. Hanya kebohongan yang terus terbangun untuk berpura-pura menyayanginya.
Setiap kali Nadia mengungkapkan kejujuran ini pada Rendy hanya kecewa yang akan didapatnya. Kecewa karena tak pernah bisa membalas perasaan Rendy padanya, kecewa karena Rendy selalu menganggapnya tak pernah berusaha untuk melupakan Arga dan belajar mencintainya, dan akhirnya kecewa karena harus berpura-pura untuk mencintai Rendy hanya demi menghindari pertengkaran yang sudah terlalu sering terjadi diantara mereka.
Seperti pagi ini di tempat kerjanya, suasana kantor sudah mulai ramai di awal minggu ini.
“Bertengkar lagi Di?” tanya Zia yang sudah hafal raut muka Nadia kalau sedang bad mood, Zia teman kerjanya yang sudah datang lebih dulu daripada dia.
“Hhhff … ” Nadia hanya menghela nafas sambil menyunggingkan senyum yang dipaksakan ke arah Zia. Nadia menghempaskan tubuhnya ke kursi dan mulai menyalakan komputernya. Hari ini Nadia terlambat datang karena harus menyelesaikan ‘perdebatan’ dulu dengan Rendy.
“Sampai kapan sih Di kalian akan seperti ini terus?” Zia mendekatkan kursinya ke meja Nadia.
“Entahlah Zi, kamu tahu sendiri sudah berapa kali aku memohon padanya untuk mengakhiri hubungan ini, tapi hasilnya selalu sama, dia tak pernah mendengarkan alasanku,” jawab Nadia.
“Ya aku tahu itu, mungkin ini hanya masalah waktu Di, mungkin suatu saat kamu bisa mencintai Rendy,” hibur Zia.
“Seandainya perasaan cinta bisa diatur … mungkin ga akan sesulit dan sesakit ini. Kesalahan terbesarku adalah kenapa aku harus menerimanya Zi, kenpa aku berjanji untuk berusaha menyayanginya.”
“Tenang Di … ” ucap Zia perlahan sambil menepuk bahu Nadia.

***

“Kenapa sih Di kamu selalu kekanak-kanakan seperti ini? Setiap ada masalah kecil selalu minta putus!” bentak Rendy ynag sedang duduk di hadapannya.
“Masalah kecil kamu bilang?” tuntut Nadia yang semakin terpancing emosinya. “Ini masalah hati, Ren! Kamu ga pernah menghargai usahaku selama ini, kamu pikir gampang mengatur hati? Seandainya bisa aku pun ingin bisa mencintaimu, seandainya bisa aku juga ingin membalas semua perhatianmu. Tapi … ” Nadia tak sanggup untuk meneruskan kalimatnya karena suaranya tercekat di tenggorokan. Nadia memang sering menangis jika ada hal yang mengganggu hatinya.
“Kalau kamu bisa mencintai Arga, kenapa ke aku tidak bisa? Kenapa kamu tidak berusaha untuk melupakannya?”
“Kenapa kamu harus mengungkit masa lalu lagi?!” Nadia pergi meninggalkan Rendy yang kemudian berlari mengejarnya dan mengatarkannya pulang.

***

“Kamu jahat banget sih Di! Emang salahku apa?!” kali ini Rendy benar-benar marah.
“Aku ga pernah menganggapmu jahat Ren, aku hanya tidak bisa meneruskan hubungan ini, ke depannya ini hanya akan menyiksa kita berdua jika terus dilanjutkan. Aku ga bisa terus membohongi perasaan. Jika cinta itu memang tidak ada kenapa harus dipaksakan?” jawab Nadia yang sudah bulat dengan keputusannya kali ini.
“Tapi kita telah berjanji untuk serius!” tuntut Rendy masih tidak terima dengan keputusan Nadia yang terkesan sepihak.
“Mungkin kamu bisa bahagia dengan terus memilikiku, tapi aku bukan barang yang tak punya perasaan. Apa kamu tidak pernah memikirkan perasaanku juga? Tak pernahkah kamu bertanya apakah aku bahagia jika bersamamu?” sahut Nadia hampir putus asa memberikan penjelasan pada Rendy.
“Aku selalu berusaha untuk membahagiakanmu, apakah selama ini aku pernah mengecewakanmu?” Rendy masih berusaha untuk tidak menyerah.
“Dengan terus memintaku untuk melanjutkan hubungan ini berarti kamu sudah membuatku kecewa.”
“Kenapa ga dari dulu Di? Kenapa baru bilang sekarang setelah aku benar-benar berharap padamu?” Rendy semakin memohon, sebenarnya Nadia tidak tega, tapi jika Nadia iba maka kisah hidupnya dengan Rendy akan kembali lagi seperti dulu dan kelak akan ada pertengkaran seperti ini lagi karena hubungan terbangun hanya didasarkan pada rasa tidak sanggup untuk menyakiti, dan itu bukan cinta.
“Lalu selama ini setiap aku meminta putus itu kamu anggap apa? Kamu ga pernah menganggap perasaanku, kamu ga pernah peduli apakah aku bahagia atau tidak menjalani hubungan denganmu selama ini. Maaf Ren, aku sudah tidak kuat lagi. Akan semakin menyakitkan jika terus memaksakan hubungan ini dan ini tidak adil untukku maupun untukmu.” Nadia mengakhiri percakapan malam itu.

***

“Aku sedang jatuh cinta Zi,” kata Nadia lirih dengan senyum yang mengembang pada Zia ketika makan siang di luar kantor.
“Apa?! Akhirnya kamu jatuh cinta dengan Rendy setelah kamu memutuskan dia? Terus gimana? Kamu mau kembali ke dia?” tanya Zia kaget.
“Bukan dia, tapi orang lain,” sahut Nadia cepat dan memberi isyarat pada Zia untuk mengecilkan volume suaranya.
“Hah?! Secepat itu Di?” tanya Zia lebih kaget lagi daripada sebelumnya.
“Dari dulu kan aku sudah bilang Zi, cinta tak bisa diatur, dan cinta suka datang tak terduga,” sahut Nadia yang sebenarnya dia sendiri juga tidak percaya dengan perasaannya yang bisa terisi cinta lagi dengan begitu saja oleh orang baru setelah sekian lama dia berusaha untuk mencintai Rendy.
“Jangan-jangan kamu sudah jadian sama dia?” tanya Zia hampir tak percaya dengan pertanyaannya sendiri.
“Belum Zi, aku bahkan baru bertemu dia satu kali. Paling tidak aku bisa bersyukur sekarang, ternyata Tuhan masih menyisakan rasa cinta di hatiku untuk lelaki lain, ternyata aku masih bisa mencintai lelaki lain selain Arga,” kata Nadia dengan tersenyum lega.
Mereka berdua melanjutkan makan siang itu sambil mendengarkan alunan lagunya group band Nidji yang tengah diputar di tempat makan itu.

Cinta Tak Pernah Sama

Dan semua berakhir
Aku pun terus hidup
Melayang aku di hujung benak ku

Perih yang aku cari
Yang ku akhiri
Yang membuatku hidup

Sudah berlalu biarkanlah berlalu
Maafkan aku tak kembali padamu

*) Cinta tak akan pernah sama
Tak akan pernah bisa
Paksa aku
Jangan pernah berfikir
Itu salah
Masih banyak cinta di dunia

Dan semua berakhir
Aku pun terus hidup
Melayang aku di hujung benak ku

Perih yang aku cari
Yang ku akhiri
Yang membuatku hidup

Sudah berlalu biarkanlah berlalu
Maafkan aku tak kembali padamu

Back to *)

Lihat diriku hancur karenamu
Lihat diriku berlutut di hadapmu
Lihat diriku hancur karenamu
Hempaskan aku karena dirimu

Read original post at http://noteverend.blogspot.com/2008/06/fiktif-atas-nama-cinta-2.html



June 23, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 23-06-2008

Just got the twit.

Adobe AIR 1.1 is out! Read related wiki details.

Are you using this platform too? Actually, I still do not have some good apps to use with this platform, my favorite was twhirl which I used to read my twitter account, both on Mac and PC. I’ve tried several apps, but do not satisfy much in the context of usefulness either the user experience.

Do you have any AIR apps can I try? Please consider to share in the comments. Thank you. #

Read original post at http://arifwidi.com/2008/06/23/adobe-air-11-is-out



June 23, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 23-06-2008

Abis dari Kemang, kita pulang lagi, ke Depok lagi karna kalo sekali angkut ya gak muat juga mobilnya. Jam 1 jalan lagi ke daerah deket Mal Taman Anggrek. Yang sabar ya paaa, sayangkuuu, kurir kueku, hahaha…. Seharian nganter kesana kesini :))
Jam 3 nyampe di Pizza King Green Ville, nah yang disini embak2nya baik banget ramah2, […]

Read original post at http://chefwannabe.wordpress.com/2008/06/23/colorful-barney-cupcakes-in-tiers/