Archive for July 10th, 2008

July 10, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 10-07-2008

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

dengan tangan yang ngilu, gak tahu akibat kebanyakan ngetik2 atau emang lagi asam urat? ih gak ah… hehe masih muda kok asam urat…

hem… itung itung itung itung….
orderan orderan banjiiiir :( overhealwming….help help help help

terhitung last minute menulis ini,
comfirm orderan per hari ini ialaha, eng ing eng eng eng
………………………………………………………………………………………
current orderan :

30 pcs exclusive design from AUSIE
20 pcs exclusive design sample from CANADA

will be delivered soon….
whuaaaa

NEW orderan confirm…
201 PCS Blouse Mix
80 PCS Gamis Mix
34 Pcs Mukena Mix

kalau mukena sih ok, kalau yg blouse n gamis? alamaaaaaaaak, tangannya dikit, tukangnya dikit alamaaaaaaaaaaaaaaaaaak
alhamdulilah alhamdulila wa syukurillah….
ya alloh help , tolong…….

alhamdulillah, bisa makin membantu ibu2 di sekitar rumah,alhamdulillah…

go go go bunda aysar go go go go

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Ika Nursila Dewi
[Bismillah, Mudahkanlah Ya Alloh…..]

Read original post at http://feeds.feedburner.com/~r/bundaAysar/~3/331717377/pengen-cerita.html



July 10, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 10-07-2008

Did I disappoint you or let you down?
Should I be feeling guilty or let the judges frown?
‘Cause I saw the end before we’d begun,
Yes I saw you were blinded and I knew I had won.
So I took what’s mine by eternal right.
Took your soul out into the night.
It may be over but it won’t stop […]

Read original post at http://devie.wordpress.com/2008/07/10/you-touched-my-heart-you-touched-my-soul/



July 10, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 10-07-2008

beberapa minggu ini, kami mengalami beberapa hal yang menggembirakan, sekaligus juga sedih, tapi tetap bahagia, insyaAlloh, amin ya robbal alamin
setelah april 2008 kemarin saya mengalami keguguran pada janin saya, akhir juni kemarin saya sering merasa lelah, dan seringnya pingin tidur… ternyata setelah diperiksakan ke dokter… alhamdulillah saya hamil 6 minggu.. subhanalloh… alhamdulillah .. […]

Read original post at http://wishbeukhti.wordpress.com/2008/07/10/semakin-mengenalmu-semakin-aku-sayang-kamu/



July 10, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by Admin on 10-07-2008


July 10, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 10-07-2008

There is no excerpt because this is a protected post.

Read original post at http://darudoank.org/?p=76



July 10, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 10-07-2008

Install RealPlayer

Download file RealPlayer10GOLD.bin di sini kemudian jalankan command berikut pada console:

chmod +x RealPlayer10GOLD.bin

sudo ./RealPlayer10GOLD.bin

Install Opera Browser

Jalankan perintah di bawah ini:

sudo apt-get install comix kopete gnochm dvdrip easytag kompozer \
             drapes subtitleeditor flashplugin-nonfree opera

Install RMagick

Ketika menjalankan

gem install rmagick

tampil error

checking for Magick-config... no
Can't install RMagick 2.5.0. Can't find Magick-config in [...]

yang harus dilakukan adalah install package libmagick9-dev

apt-get install libmagick9-dev

kemudian jalankan

gem install rmagick

Read original post at http://www.sarunkgenk.com/2008/07/10/install-realplayer-opera-dan-rmagick-di-ubuntu-hardy-heron/



July 10, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 10-07-2008

Ketika Abu Dujana yang dianggap sebagai jaringan Noordin M. Top dan Dr. Azhari tertangkap, maka ada pernyataan menarik dari salah satu anggota Jama’ah Islamiyah (JI) yang sudah insyaf. Orang itu bilang, di Indonesia sangat berkembang subur akar terorisme dikarenakan 3 (tiga) hal: Pertama, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Kedua, rendahnya tingkat taraf kehidupan (ekonomi), dan ketiga, lemahnya hukum.

Hukum di Indonesia memang harus diakui lemah. Hukum lebih efektif buat rakyat jelata, bukan untuk pejabat atau penguasa. Hukum bisa tebang pilih, bisa pilih kasih. Di sini, penegakan hukum seperti main gaplek. Dimainkan jika dibutuhkan. Ada “kartu As”. Ada “kartu balak”. Tergantung kebutuhan.

Lebih menarik, ternyata Abu Dujana sendiri bukan termasuk orang yang rendah pendidikannya. Dia justru lulusan sarjana dan dikenal pintar sewaktu kuliah. Terkesan sangat musykil, seorang sarjana bisa menjadi “teroris” jika dikaitkan dengan 3 teori di atas.

Lalu di mana problemnya? Menurut penulis, titik persoalan justru di pemahaman individu. Tingkat (level) pendidikan tidak selalu berbanding lurus dengan pemahaman. Tingkat pemahaman seseorang bisa dipengaruhi oleh: Pertama, modal bacaan yang pernah dia serap. Semakin banyak bacaan (variatif), semakin luas wawasan seseorang. Kedua, modal penyerapan substansi. Kemampuan menyerap suatu tema/substansi yang dipahami setiap orang berbeda-beda. Dalam konteks ini sangat bisa dipahami bila dalam ajaran Islam sendiri tersebar dalam berbagai faksi dikarenakan beda pemahaman. Ketiga, faktor lingkungan. Komunitas yang moderat tentu akan membentuk pribadi-pribadi yang moderat. Sebaliknya, komunitas radikal, eksklusif, tertutup (not open mind) akan membentuk pribadi-pribadi yang intoleran, familiar dengan kekerasan, dan memiliki fanatisme yang berlebihan. Seperti dalam iklan Esia; bagaikan katak dalam tempurung.

Di samping level pendidikan, level jabatan juga sama. Seorang staff sangat mungkin bisa berpikir lebih inklusif dan open mind dibandingkan dengan atasannya yang seorang supervisor, manager atau bahkan general manager (GM) sekalipun yang “baru memahami” Islam. Seorang bawahan sangat mungkin bisa berpikir terbuka dan berpandangan luas dibandingkan dengan atasannya yang terbatas pada bacaan dan kemampuan menyerap tema ajaran.

Kuncinya, kemauan belajar dan terus belajar agama adalah syarat utama. Kedua, bersifat membuka diri terhadap segala ajaran/aliran yang tersebar di Islam, tidak terpaku pada satu aliran saja. Fakta bahwa Islam terbelah menjadi faksi-faksi aliran harus diketahui. Pemahaman bahwa masing-masing aliran membawa nilai-nilai kebenaran yang belum tentu ditemukan di aliran yang lain adalah menjadi titik temu yang bagus untuk menjadi seorang muslim yang matang. Ketiga, memahami geopolitik; baik lokal, nasional ataupun global. Ketidakpahaman geopolitik sering menyebabkan kita sebagai umat muslim mudah untuk diadu-domba, diinfiltrasi, dipecah-belah, dan dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu (baik pejabat ataupun tangan-tangan asing) yang ending-nya justru merugikan dan melemahkan image Islam sendiri. Point terakhir ini yang paling rawan karena sejarah selalu mencatat, umat Islam selalu dijadikan tumbal di depan jika dibutuhkan, dan kemudian dijadikan kambing hitam di belakang.

Semoga kita menjadi seorang muslim yang terbaik.
Selebihnya, wallahu’alam bi ash showab.

Wisma Bakrie, 10 July 2008
(c) aGus John

Read original post at http://pambayuns-father.blogspot.com/2008/07/110-akar-terorisme.html