Archive for July 11th, 2008
July 11, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 11-07-2008
Berbekal pengetahuan dulu sewaktu SMP pernah diajarkan pelajaran Elektronika, mencoba untuk mengaplikasikan lagi, setelah 12 tahun tamat dari smp. Awalnya beli lampu luar ruangan yang otomatis akan menyala jika malam hari dan mati jika siang hari, akan tetapi tidak awet, hanya bertahan kira - kira 5 bulan. Mulailah untuk berburu skema rangkaian elektronika yang mengadopsi […] Read original post at http://catura.wordpress.com/2008/07/11/lampu-kebun-otomatis/
July 11, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 11-07-2008
Bagi anda yang sudah lama banget tidak ngerasain naik angkutan umum, apalagi kopaja atau metromini, entah itu karena sekarang sudah jadi eksekutif, jadi naik mobil terus setiap hari, atau beralih ke motor jadi biker yang sering kali dihujat para pengemudi kendaraan roda empat. Apapun alasanya, barangkali patut mencoba untuk naik kendaraan umum sesekali, sekedar untuk […] Read original post at http://catura.wordpress.com/2008/07/11/nostalgia-naik-kopaja-setelah-6-tahun/
July 11, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 11-07-2008
There is no excerpt because this is a protected post. Read original post at http://darudoank.org/?p=78
July 11, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 11-07-2008
Resep ini masterpiece dari teh Uceu yang jagonya kue2 international… Thanks for your kindness ya bu, membagi resep yang luar biasa ini ke kita… Read original post at http://chefwannabe.wordpress.com/2008/07/11/tccc-with-edible-image/
July 11, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 11-07-2008
Begitulah perkembangan putriku, S-Ayu NakMas Pambayun. Umurnya masih 3 tahun 4 bulan. Tidak masuk Play Group karena tahun kemarin usianya dianggap belum cukup. Tapi berkat keuletan, ketekunan mamanya, kini dia sudah bisa mulai mengeja setiap tulisan apa saja yang dia lihat dan tak perlu harus masuk Play Group. Kesibukannya setiap pagi hanya belajar mengaji saja, dan dia sekarang sudah Iqro’ 2. Jika aku ajak dia ke warung, mall, rumah sakit, atau baca koran, setiap dia menemukan tulisan maka akan dia eja. “Nasi Goreng”, “Mie Ayam”, “Ayam Goreng”, “Pecel Lele”, “Ayam Bakar”, “Rumah Sakit”, “Mie Rebus”, “Burung Dara”, “Soto Kudus”, “Nasi Soto”, “Sate Ayam”, “Sate Kambing”, “Indo Pos”, “Olah Raga” dan yang lain. Semua dia eja satu persatu. Saat ini, di samping baca, Pambayun juga terobsesi dengan ketinggian. Makan dan minumnya banyak. Kalau ditanya kenapa jawabnya, “Biar cepat tinggi”, sambil kemudian dia lari menuju meteran ukuran ketinggian yang ditempel oleh mamanya di dinding dekat rak bukunya. “Lihat, Pa. Ayun sudah tinggi nih..!” “Coba lihat, Pa. Berapa tingginya Ayun sekarang??” Selalu itu-itu saja yang dia tanyakan setiap habis makan. Benda-benda apa saja dia bandingkan dengan tingginya. Meja, kursi, rak buku, kunci pintu, rak TV, bangku, peta, gambar-gambar mainannya dan sebagainya. Semua dia ukur dengan tinggi tubuhnya. Dia merasa bangga jika benda-benda itu masih lebih rendah dari dirinya. “Tuh, kan Pa…. tinggian Ayun, kan??”, sambil bibirnya manyun. Ah, Pambayun… Wisma Bakrie, 11 July 2008 -18:10 WIB Read original post at http://pambayuns-father.blogspot.com/2008/07/111-buah-hatiku.html |
|