Archive for October 1st, 2008
October 01, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 01-10-2008
Kumandang takbir telah bersaut-sautan sejak kemaren malem. Aku pun kembali dari langgar dusun itu tepat jam 10 malam tadi untuk sekedar ikutan mengumandangkan takbir. Pagi itu para tua muda, besar kecil beramai-ramai mendatangi langgar kecil tersebut untuk sholat ied. Malam harinya, langgar tersebut telah dihias sana sini. Dua batang pisang lengkap dengan buahnya, terpasang di pintu masuk langgar. Yang lebih unik lagi, para ibu yang mengikuti sholat membawa baskom berisikan nasi gurih dan ayam utuh. Isi baskom itu yang nanti akan kita santap seusai kotbah idul fitri.
Seusai sholat, dilanjutnya dengan kotbah hari raya. Kyai Nuri adalah kotib hari itu. Kotbah disampaikan dengan bahasa Jawa. Hmmmm… luamayan juga. Namun, ada satu kejadian lucu pagi itu. Kyai Nuri menyapa para hadirin dengan sapaan para majelis sidang jumat… Alhasil, seluruh hadirin terbengong-bengong dan senyum-senyum geli. Menyadari kekeliruannya, kyai Nuri berhenti bicara sejenak. Kemudian kembali menyapa para hadirin. kali ini tak keliru lagi. Kotbah pagi itu, masih seputar perayaan hari raya setelah sebulan berpuasa. Tak lupa Kyai Nuri juga menyampaikan adab untuk sungkem ke orang-orang tua dan saling bermaaf-maafan dengan menyambung tali silaturahim. Tak terasa setengah jam telah berlalu. Khotbah ditutup dengan doa. Setelah kotbah, para hadirin tak langsung pulang. Setlah bersalam-salaman sambil membaca shalawat nabi, semua hadirin duduk melingkar. Kita akan melaksanakan selamatan yang akan di pimpin oleh Kyai Nuri. Beliau memang Kyai satu-satunya di dusun ini. Semua kegiatan di langgar ini tak akan berjalan tanpa kehadirannya. Mulai memukul bedug, mengumandangkan adzan, menjadi imam bahkan memimpin do’a selamatan. Malam tadi, beliau sakit gigi. Semua dibikin sibuk karenanya. Untungnya pagi tadi beliau akhirnya bisa memimpin sholat Ied dan menjadi khotib. Itu pulalah yang membuat sewaktu kotbah tadi beliau sempat membuat kekeliruan, karena beliau mengaku tidak ada persiapan sebelumnya. Nasi suci ulam sari, begitulah orang-orang dusun ini menyebut nasi ayam ingkung yang di suguhkan dalam selamatan kali ini. Setelah di doakan, maka nasi gurih dan ayam ingkung itu dibagi secara merata keseluruh hadirin yang hadir yang terdiri kurang lebih tujuh puluh orang tersebut. Sambil berbincang, suasana akrab kekeluarga sangat terasa sekali saat kami menyantap hidangan tersebut. Suasana ini tak akan aku jumpai di Jakarta, bahkan di Malang di kampung halamanku sekalipun. Suasana ini yang selalu membuat aku kangen untuk selalu berlebaran di dusun kecil ini. Tak lupa kami juga membawa pulang sisa nasi berkat yang dibagikan tadi.
Read original post at http://feeds.feedburner.com/~r/mazirwan/~3/419721048/selamat-idul-fitri-1429-h.html
October 01, 2008
Filed Under (Alumnus Blog) by on 01-10-2008
Saya, Arif; juga istri, Yani; dan putri kecil kami, Sofia; mengucapkan, Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Tahun ini kami tidak mudik, jadi kami akan tinggal di Jakarta menikmati Lebaran. Semoga tetap menyenangkan! Our family wishes you Happy Eid Mubarak! Read original post at http://arifwidi.com/2008/09/30/eid-mubarak |
|