09 October 2008 - 16:32:00

Hari terakhir aku cuti, selasa, 7 Okt ‘08 berubah. Setelah menimbang dst, mengetahui dst, mengesahkan dst, mengiyakan dst, akhirnya aku tambah cutiku hingga 8 Okt ‘08. Secara 08-10-08 adalah nomor ganteng (pengganti cantik), aku juga pengen bikin SIM-C (Surat Ijin Mengemudi - seri C) untuk ber-kutrik ria (kutrik=nama motorku). Moso’ dah melang-lang buana ke mana-mana, antar kota antar propinsi (Depok-Jakarta qiqiqiqi…) kok masih belum punya SIM-C. Aku takut nanti bisa dicap menjadi warga yang tidak baik. Makanya aku berusaha untuk menjadi baik. Aku tidak ber-SIM-C dari tahun 2005 juni. Tahun di mana SIM-C ku sudah berakhir.

Duluuuu… aku pernah punya SIM-C. Beralamatkan Pasuruan, Jawa Timur. Setelah itu jarang sekali menggunakan motor, jadi males untuk memperpanjang. Secara aku juga sudah ber-KTP (Kartu Tanda Penduduk) Depok, jadi ya… sama saja. Harus buat SIM-C baru. Jadi kapan-kapan saja bikinnya (pikirku).

Aku sering menggunakan motor lagi sejak bulan Agustus 2007. Setelah aku tertarik dengan si Kutrik (julukan buat si Satria Baja Hitam - satriaF150-ku) milik temenku.

Jadi ceritanya gini :
Pada tahun 2007 Juni aku ikutan temen-temen turing ke puncak. Dari jakarta (Kebon Sirih) aku bareng temen yang bawa motor Satria-F150. Dari Kebon Sirih aku diboncengin sampe Jl. Raya Bogor. Di sana ganti aku yang bawa motor itu sendiri, karena temenku si Eric ngantuk dan minta diboncengin yang lain, yang jok nya lebih aman untuk boncengan.
Dari sinilah aku langsung terpikat sama Satria-F150. Sebenarnya dari dulu aku mengidam-idamkan motor ini, tapi berhubung aku belum bisa beli, jadi ya ditunda dulu. Alhamdulillaah aku dapat project kecil-kecil an yang membuat aku dapet motor ini. Begitu ceritanya :)

Back to pembuatan SIM-C.
Sudah sekitar 1 tahun lebih aku ber-kutrik ria tanpa SIM-C. Jadi aku memutuskan untuk menambah cuti 1 hari saja, aku gunakan untuk membuat SIM-C, supaya kalau ke mana-mana aku lebih tenang hehehe…
Lagian, razia motor lebih banyak frekuensinya dibanding dengan razia mobil. Jadi aku mantapkan untuk membuat SIM-C.

Sesampai di Samsat apa yang terjadi saudara-saudari ??? Ternyata… oh ternyata… Aku hanya bawa KTP saja. Padahal harus ada Surat Keterangan dari Keluarahan dan Foto berwarna 4X6 5 lembar. Huaaaaaaaa…… =((
Ternyata ribet sekarang, kalau dulu aku bikin SIM-A kayaknya gak gini :(
Ya udah… akhirnya aku pulang dengan lapang dada dan terisak hiks.. hiks…
Daripada pulang langsung, mendingan aku ke MargoCity Depok untuk melihat barang yang aku pengen beli. Akhirnya sesampai di sana, aku lihat barang itu dan ada nomor yang pas buat aku. Setelah aku cek harganya…. Huaaaaa… gak ada diskon. Harga selangit… Secara aku ini emang cowok diskonan :D

Ya udah, sholat dhuhur dulu, abis itu pulang dech.

Belum abis ceritanya…
Di tengah jalan, daerah sekitar Arif Rahman Hakim, depok dihantam hujan. Byuuurrrr…. basah dech. Yang aku sedihkan bukan masalah basah badanku, tapi si kutrik. Kotor dech… :(
Sampe rumah ganti pakaian. Baru masuk rumah disambut si ganteng dan si cantik.
“Abi… abi tehujanan ya. Bacah ya… coba liat abi (sambil megang jaket dan celanaku). Bacah abi telananya, danti ya abi…”, kata mereka yang masih belum bisa ngomong K (diganti t) dan G (diganti d). “Iya sayangku…”, jawabku sambil masuk kamar.

Hehehee… Jam 05.10 sore meluncur ke tempat cuci motor + disemprot salju.

-beres-

Read original post at http://m-awang-j.blogspot.com/2008/10/bikin-sim-itu-ternyata.html



Post a comment
Name: 
Email: 
URL: 
Comments: